Rokok ilegal tanpa pita cukai bikin kerugian negara Rp53 triliun

Senin, 25 Oktober 2021 | 10:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Konsumsi rokok ilegal (rokok tanpa pita cukai) di Indonesia diproyeksi mencapai 127, 53 miliar batang dan menimbulkan kerugian negara cukup besar, karena tidak masuk ke dalam penerimaan bea cukai. 

Direktur Eksekutif Indodata Danis Tri Saputra Wahidin mengatakan, para penghisap rokok ilegal tersebut bikin negara merugi hingga Rp 53 triliun.

"Dari survei, kita lihat sebanyak 28,12 persen konsumen mengaku pernah dan sedang konsumsi rokok ilegal. Penyebaran rokok ilegal di Indonesia sudah masif, di angka 25 persen lebih, kalau kita konversi dengan kerugian negara Rp 53,18 triliun," ujarnya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/10/2021).

Danis menjelaskan, latar belakang suvei penelitian rokok ilegal di Indonesia ini yakni dari adanya perdebatan adanya hubungan antara naiknya tarif cukai rokok ke peningkatan konsumsi rokok ilegal.

"Lalu, muncul berbagai pendapat terkait dampak rokok ilegal, tapi tidak signifikan. Ada yang katakan 4 persen, 2 persen, 17 persen, rata-rata yang kami temukan (dari perdebatan itu) 2 persen sampai 17 persen," katanya.

Nyatanya, angka-angka di publik tersebut justru malah lebih sedikit dari survei Indodata, di mana persentase dari rokok ilegal mencapai 28,12 persen.

"Kami lakukan metode kombinasi untuk mengetahui opini publik di lapangan dan menghitung konsumsi masyarakat dan produksi rokok itu sendiri. Kami survei di 13 kota, hasilnya bisa dipertanggungjawabkan," pungkas Danis. kbc10

Bagikan artikel ini: