Capai 85,1 persen, penerimaan bea cukai tembus Rp182,9 triliun per September 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:50 WIB ET
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat penerimaan bea cukai per September 2021 mencapai Rp 182,9 triliun. Capaian ini telah mencapai 85,1 persen dari target APBN dan tumbuh 28,9 persen (yoy).

"Penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 182,9 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Penerimaan tersebut didorong tren positif bea masuk yang tumbuh 13,7 persen. Hal ini dipengaruhi tren kinerja yang terus meningkat. "Kinerja bea masuk di bulan September dipengaruhi kondisi extra effort putusan pengadilan pajak," kata dia.

Dari sisi cukai, mengalami pertumbuhan mencapai 15,1 persen. Hal ini didorong efektivitas kebijakan penyesuaian tarif dan pengawasan operasi gempur dibidang cukai. Termasuk karena membaiknya kondisi pandemi nasional, terutama relaksasi pembukaan daerah tujuan wisata.

Sementara itu dari sisi bea keluar mengalami pertumbuhan signifikan yakni 910,6 persen atau Rp 22,56 triliun. Ini didorong peningkatan ekspor komoditi tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.

"Kinerja bea keluar yang Rp 22,56 triliun atau tumbuh 910,56 persen (ytd) menjadi yang terbaik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya," kata dia.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan Kepabeanan dan cukai berperan aktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk bidang kesehatan. Realisasi insentif tahun 2021 mencapai Rp6,20 triliun.

Sedangkan insentif yang diberikan berupa impor alat-alat kesehatan sebesar Rp1,57 triliun dan impor vaksin sebesar Rp 4,63 triliun. Sementara itu realisasi impor vaksin sepanjang tahun 2021 telah mencapai 283 juta dosis. Meningkat signifikan dari tahun 2020 sebesar 1,2 juta dosis. kbc10

Bagikan artikel ini: