Antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di momen Nataru, begini strategi pemerintah

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menjelang berakhirnya tahun 2021, pemerintah terus mewaspadai akan adanya kenaikan kasus harian Covid-19. Pasalnya, belajar dari tahun lalu, saat ada momen liburan di akhir tahun, kasus harian Covid-19 turut meningkat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengaku, sudah siap memasang kuda-kuda untuk mencegah kenaikan kasus di akhir tahun.

"Jangan lengah, jangan ada euforia berlebihan meski sudah ada penurunan kasus. Itu penting. Namun, kami juga sudah memiliki strategi untuk menghadapi momen Natal dan Tahun Baru," ujarnya seperti dikutip, Selasa (26/10/2021).

Apa saja langkah pemerintah, Budi memerinci, yang pertama, pemerintah akan berupaya mempercepat vaksinasi. Upaya percepatan vaksinasi bahkan sudah dilakukan oleh pemerintah.

Menurut catatannya, hingga hari ini sudah ada 184 juta dosis vaksinasi yang disuntikkan. Bahkan, pada 21 Oktober 2021, pemerintah sudah melampaui target vaksinasi, yaitu menyuntikkan sebanyak 2,34 juta dosis per hari. Alias, lebih dari saran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang 2 juta dosis per hari.

Dengan perkembangan tersebut, Budi optimistis target 208 juta masyarakat Indonesia sudah melakukan vaksinasi hingga akhir tahun, bisa terlaksana.

Kedua, pemerintah juga tak bosan untuk mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Tak hanya menjalankan sebagai kewajiban, tetapi ini diharapkan menjadi pola perilaku masyarakat sehari-hari.

Ketiga, tentu saja pemerintah akan memperkuat proses testing, tracing, dan treatment (3T) sehingga deteksi dini terhadap mereka yang tertular Covid-19 makin cepat, sehingga penularan lebih lanjut bisa dicegah.

Keempat, pemerintah juga sudah mempersiapkan penanganan bagi mereka yang terinfeksi Covid-19, seperti obat-obatan, ketersediaan ruang, dan bahkan kesiapan tenaga kesehatan.

Namun, Budi menegaskan, pemerintah akan memperkuat tiga upaya pertama dahulu. Sehingga harapannya, makin sedikit orang yang terinfeksi kasus Covid-19. Dengan kata lain, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sementara itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan tren penurunan kasus Covid-19 tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap adanya kemungkinan penularan virus.

"Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19," kata Muhadjir saat pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Antisipasi Libur Nataru 2022, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Perhubungan Selasa (26/10/2021).

Perlu diingat bahwa pemerintah telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021. Ini membuat tidak ada tambahan libur karena Natal pada 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022 jatuh pada hari Sabtu.

Muhadjir telah mengkoordinasikan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kemenhub, Kemenag, Kemendagri, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemenkes, Kemendikbudristek, Kemenaker, Kominfo dan TNI/Polri, untuk menyiapkan kebijakan dan langkah antisipasi menghadapi libur Nataru, khususnya pada rentang tanggal yang dianggap krusial yaitu 23 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022. kbc10

Bagikan artikel ini: