Laba bersih Bank Mandiri naik 37,1 persen tembus Rp19,2 triliun

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 09:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp 37,1 persen menjadi Rp 19,23 triliun per kuartal III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, capaian kinerja yang baik tersebut selaras dengan pemulihan kondisi perekonomian secara nasional.

Hal tersebut merupakan dampak positif dari terus menurunnya kasus positif Covid-19 menyusul penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan masifnya program vaksinasi.

Darmawan memaparkan, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik.

Tercatat hingga Kuartal III-2021, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 16,93 persen year on year (yoy) menjadi Rp1.021,6 Triliun yang juga diimbangi dengan CASA Ratio Bank Mandiri (bank only) yang meningkat sebesar 7,15 persen (yoy) yakni di level 74,57 persen.

"Sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan Pemerintah. Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial," ucap Darmawan dalam paparan kinerja Bank Mandiri, Kamis (28/10/2021).

Adapun Segmen Wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen secara (yoy) yakni menjadi sebesar Rp533 Triliun yang utamanya didorong oleh kinerja Commercial Banking dan Corporate Banking.

Bank Mandiri juga berhasil menjaga likuiditas yang tercermin pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dari sebesar Rp1.024 Triliun pada September 2020 menjadi Rp1.214 triliun di akhir September 2021 secara konsolidasi atau tumbuh 18,5 persen (yoy).

"Pencapaian kinerja positif Bank Mandiri di Kuartal III 2021 menunjukkan bahwa geliat pertumbuhan mulai terjadi. Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: