Penumpang pesawat di luar Jawa Bali boleh gunakan tes antigen

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 17:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan penumpang pesawat di luar wilayah Jawa dan Bali dapat menggunakan hasil tes Antigen. Ini sesuai dengan aturan terbaru tentang syarat naik pesawat yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 93 Tahun 2021.

"Surat Edaran baru ini berlaku efektif mulai 28 Oktober 2021," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Novie menjelaskan, penumpang pesawat antardaerah di luar Jawa dan Bali dipersyaratkan untuk wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama). Kemudian, menunjukkan hasil negatif RT-PCR (sampel maksimal 3x24 jam) atau hasil negatif RT-antigen (sampel maksimal 1x24 jam), sebelum keberangkatan.

Sementara bagi penumpang pesawat dengan penerbangan di dalam Jawa-Bali serta dari dan ke Jawa-Bali diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama). Serta, menunjukkan keterangan negatif RT-PCR (sampel maksimal 3x24 jam), sebelum keberangkatan.

Menurutnya, penerbitan aturan baru ini tetap merupakan upaya mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan Covid-19. "Jadi tujuannya untuk melindungi kita semua dari paparan Covid-19," tegas dia.

Meskipun begitu, ada pengecualian untuk kewajiban menunjukkan kartu vaksin dengan ketentuan yang masih merujuk pada SE Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021 (ketentuan sebelumnya. Pengecualian pertama, untuk pelaku perjalanan dengan usia di bawah 12 tahun.

Kedua, bagi yang memiliki kondisi kesehatan khusus dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, yang menyatakan bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Ketiga, angkutan udara perintis dan penerbangan angkutan udara di daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan), yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Novie menuturkan, pada pengecualian pertama, anak-anak yang berusia bawah 12 tahun, harus didampingi orang tua atau keluarga. "Pembuktiannya dengan menunjukkan kartu keluarga (KK), serta memenuhi persyaratan tes Covid-19 sebagaimana ketentuan wilayahnya," urainya.

Selama pemberlakuan aturan terbaru tersebut, kapasitas penumpang untuk pesawat udara berlorong tunggal (narrow body aircraft) dan pesawat berbadan lebar/lorong ganda (wide body aircraft), dapat lebih dari 70 persen kapasitas angkut (load factor). "Hanya saja, penyelenggara angkutan udara tetap wajib menyediakan tiga baris kursi, yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19," jelas dia.

Adapun kapasitas terminal bandara ditetapkan paling banyak 70 persen dari jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) pada masa normal. "Kami terus mengimbau kepada masyarakat para pengguna jasa penerbangan dan juga kepada operator sarana dan prasarana penerbangan agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat," tutup Novie.kbc11

Bagikan artikel ini: