PHRI sebut sektor pariwisata bisa pulih di semester II tahun depan, ini syaratnya

Selasa, 2 November 2021 | 10:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani memproyeksikan industri pariwisata dalam negeri akan bisa pulih pada paruh kedua tahun depan. Syaratnya, pemerintah merevisi kebijakan karantina dan protokol kesehatan yang memberatkan wisatawan mancanegara.

"Mungkin bicara-bicara pulih itu pada semester kedua tahun depan itu sudah cukup bergeliat lebih baik lagi, sekarang kan sudah menuju aktif lagi," kata Hariyadi, Senin (1/11/2021).

Di sisi lain, Hariyadi menambahkan, pemulihan industri pariwisata itu juga dapat ditopang dengan optimalisasi peluang turis domestik. Dengan demikian, dia meminta pemerintah dapat konsekuen dengan menerapkan kebijakan pembatasan mobilitas yang relatif longgar di tengah pelandaian kurva pandemi.

"Susah kalau masih karantina bagi turis asing, mending kita konsen di turis domestik saja dulu. Ini kan sekarang antigen jalan, kalau PCR berat, asal itu PPKMnya tidak naik lagi," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan udara domestik menjadi 2 juta orang pada September 2021 atau naik 84,04 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pencatatan itu menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bulanan atau month-to-month (mom). Di sisi lain, pertumbuhan penumpang dari moda transportasi udara itu mengalami peningkatan mencapai 3,72 persen jika dibandingkan secara tahunan atau year-on-year (yoy). Hanya saja secara kumulatif realisasi penumpang itu masih mengalami kontraksi yang relatif tajam mencapai 16,50 persen.

"Kenaikan penerbangan domestik itu mulai terlihat pada Agustus sampai September 2021, di mana bulan Juli hanya 1 juta orang yang melakukan penerbangan domestik, drop sekali kalau dibandingkan dengan Juni yang sebesar 3,52 juta orang," kata Margo melalui konferensi pers daring, Senin (1/11/2021).

Margo mengatakan, pencatatan itu menunjukkan adanya perbaikan dari industri jasa penerbangan di Tanah Air seiring dengan pelandaian kurva pandemi sejak pertengahan tahun ini. Di sisi lain, turunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pelesir ke Indonesia tidak menghalangi torehan positif penerbangan internasional.

Dia menuturkan, realisasi positif penerbangan domestik itu juga diikuti oleh penerbangan internasional. Secara bulanan atau month-to-month, penerbangan internasional mencatatkan penumpang sebanyak 48.000 orang atau naik sekitar 7,62 persen.

"Dibandingkan dengan September 2020 pencatatannya naik 41,18 persen akan tetapi secara akumulatif turun 88,49 persen," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: