Jos! Lawatan Jokowi ke UEA hasilkan komitmen investasi Rp459 triliun

Kamis, 4 November 2021 | 23:26 WIB ET

UNI EMIRAT ARAB – Lawatan Presiden Joko Widodo ke Uni Emirat Arab (UEA) menghasilkan komitmen investasi senilai US$ 32,7 miliar atau sekitar Rp 459,4 triliun dari 19 perjanjian kerja sama, yang dilakukan pada Kamis (4/11/2021).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, komitmen investasi tersebut menjadi salah satu bahasan saat Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi.

"Kedua pemimpin membahas kemajuan kerja sama investasi kedua negara. Sebagai informasi, selama kunjungan ini terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai US$ 32,7 miliar dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai," ujar Menlu.

Menlu menyebutkan, komitmen bisnis dan investasi tersebut antara lain, kerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), INA dan DB World, floating solar panel antara Masdar dan Pertamina, refinery Balikpapan, manufaktur dan distribusi vaksin dan bio product. Selain itu juga berbagai kesepakatan G42 dengan mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomic, dan lain sebagainya.

"Jika ditotal, maka nilai komitmen yang diperoleh sampai titik ini, dalam kunjungan ini, adalah US$ 32,7 miliar. Di bidang investasi besok, Menteri Investasi masih akan melakukan pertemuan investasi dan juga ada pertemuan dengan perusahaan besar Amerika yang mudah-mudahan akan ada komitmen-komitmen baru," katanya.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk melakukan realisasi investasi di Indonesia dan tidak hanya condong kepada satu negara. Atas dasar itu, Menteri Investasi akan melakukan perjanjian dengan salah satu pengusaha dari Amerika Serikat.

"Sekarang kita lagi melakukan negosiasi akhir sampai dengan tengah malam, yang akan masuk di bidang hilirisasi. Kenapa hilirisasi? Salah satu visi besar Bapak Presiden pada poin kelima adalah tentang bagaimana membangun transformasi ekonomi di mana transformasi ekonomi wujudnya adalah nilai tambah dengan industrialisasi. Ini akan kita buat dan kita umumkan besok nanti," ujar Bahlil.

Bahlil berharap, nilai US$ 32,7 miliar yang telah ada bisa didongkrak lagi menjadi paling tidak di atas US$ 35 miliar.

Sebelumnya, saat Presiden Jokowi bertemu dengan para investor di Glasgow, Inggris Raya di sela-sela KTT Pemimpin Dunia COP-26, Indonesia juga mendapatkan komitmen investasi sebesar US$ 9,2 miliar. Sehingga jika ditotal dengan jumlah komitmen investasi yang didapat di UEA, jumlahnya mencapai US$ 41,99 miliar.

Bagikan artikel ini: