Australia beli kopi instan dan kertas ke RI senilai Rp646 miliar

Senin, 8 November 2021 | 20:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penandatanganan kontrak (purchasing order) antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang asal Australia untuk komoditas kopi instan dan kertas sebesar US$45,2 juta atau sekitar Rp 646 miliar.

Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center Sydney Ayu Siti Maryam. Didi menyebut, sejak awal pembukaan Trade Expo Indonesia - Digital Edition (TEI-DE) hingga akhir pekan lalu (8/11), Australia sudah berpartisipasi dua kali dalam signing trade commitment. Sebelumnya, nilai kontrak dagang antara Indonesia dan Australia tercatat mencapai US$108,9 juta (Rp 1,5 triliun).

Termasuk penandatanganan kontrak hari ini (8/11), total nilai transaksi trade commitment selama TEI-DE 2021 tercatat lebih dari US$1,02 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun. Didi berharap, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama ekonomi antar kedua negara.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan Pemerintah Indonesia yang telah mendukung penuh, dan memfasilitasi kerja sama antara Indonesia dengan berbagai mitra dagang," kata Didi dalam keterangan resminya, Senin (8/11/2021).

Meskipun sesi interaktif di TEI-DE sudah berakhir, para buyers tetap bisa mengeksplorasi produk dan jasa unggulan Indonesia hingga 20 Desember 2021. Setiap kategori produk dan jasa di www.tradexpoindonesia.com untuk mengenal lebih jauh tentang produk dan jasa ekspor Indonesia.

Sementara itu, Kemendag mencatat total nilai transaksi Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 mencapai US$3,99 miliar atau sekitar Rp 57 triliun, dua kali lipat dari target yang ditetapkan US$1,5 miliar. Produk medis menjadi yang paling diminati para pembeli asing.

Keseluruhan nilai transaksi tersebut didapatkan melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) sebesar US$2,52 miliar.Sementara itu, Kemendag mencatat total nilai transaksi Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 mencapai US$ 3,99 miliar atau sekitar Rp 57 triliun, dua kali lipat dari target yang ditetapkan US$ 1,5 miliar.

Produk medis menjadi yang paling diminati para pembeli asing. Keseluruhan nilai transaksi tersebut didapatkan melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) sebesar US$ 2,52 miliar. Terdapat juga penandatangan nota kesepahaman (MoU) sebesar US$978,81 juta (Rp 14 triliun), transaksi kegiatan Perwakilan Perdagangan RI sebesar US$494,41 juta (Rp 7 triliun), dan transaksi harian sebesar US$1,71 juta (Rp 24 miliar). Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring 3.573 buyers dari 133 negara mitra dagang, serta sebanyak 4.288 buyers lokal.

Sebagai informasi, total perdagangan Indonesia-Australia pada periode Januari—Agustus 2021 tercatat sebesar US$7,93 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar US$2,14 miliar (Rp 30,7 triliun). Sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar US$5,79 miliar (Rp 83 triliun).

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar US$2,14 miliar (Rp 30,7 triliun). Sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar US$5,79 miliar (Rp 83 triliun).

Sebelumnya, bank bjb bekerja sama dengan Indonesia In Your Hand serta PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) atau VTP Logistics melepas ekspor produk debitur atau binaan bank bjb ke pasar Australia, Eropa, dan Kanada. Adapun jenis produknya adalah Kopi Jawa Barat (Wanoja Coffee), Batik Kasumedangan (Nafira Batik), Kerajinan Rotan (Rifqy Jaya Rattan), Tikar Mendong Tasikmalaya (Ismi Tikar), Kopiah (Gucimas), dan Sapu Ijuk (PT Tricahaya Mitratama).kbc11

Bagikan artikel ini: