Wow! RI sumbang 41,9 persen transaksi ekonomi digital Asean

Kamis, 11 November 2021 | 07:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melaporkan berdasarkan studi dari Google, Temasek, dan Bain & Co. menyatakan 41,9 persen dari total transaksi ekonomi digital Asean berasal dari Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 mencapai US$44 miliar atau sekitar Rp627 triliun yang berarti tumbuh 11 persen dari tahun 2019 dan berkontribusi sebesar 9,5 persen terhadap PDB Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ekonomi digital adalah kekuatan ekonomi baru dan Indonesia harus mengembangkan artificial intelligence (AI).

"AI merupakan emas baru yang diharapkan mampu mensinergikan berbagai situasi dan berbagai stakeholder di dalam kerja sama kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan para stakeholder lainnya," kata Airlangga melalui video virtual, Rabu (10/11/2021).

Menurutnya, masyarakat semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi, termasuk untuk tujuan ekonomi. Teknologi digital telah membuka kemungkinan kolaborasi yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan ekonomi dalam rangka memperluas perdagangan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan akses ke layanan publik. "Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat proses transformasi digital," katanya.

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki total penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7 persen dan sebagian besarnya merupakan generasi Z dan generasi milenial.

"Dari sisi pengguna, jumlah pengguna ponsel Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta dengan penetrasi internet sebesar 73,7 persen dan trafik internet yang mengalami peningkatan 20 perseb di sepanjang tahun 2020," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: