Bertemu Dubes Ceko, Ketum Kadin Jatim tawarkan kerjasama perdagangan dan investasi

Jum'at, 12 November 2021 | 18:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto menawarkan kerjasama perdagangan dan investasi kepada Republik Ceko. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi devisit neraca perdagangan Jatim dengan Ceko yang masih terbilang cukup dalam.

Tawaran kerjasama diutarakan Adik saat Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Ceko, HE Mr. Jaroslav Dolecek berkunjung ke Graha Kadin Jatim Surabaya bersama Konsul Kehormatan Republik Ceko untuk Surabaya, Bali, NTB, dan NTT Hermawan Kartajaya, Kamis (11/11/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perdagangan Internasional dan Promosi Luar Negeri Kadin Jatim, Tommy Kaihatu, WKU Bidang Logistik Henky Pratoko, WKU Bidang UMKM Idris Yahya, WKU Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ardi Prasetiawan dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim Rois Sunandar Maming.

Adik Dwi Putranto mengungkapkan, selama ini nilai ekspor produk Jatim ke Ceko sangat rendah. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menunjukkan, devisit neraca perdagangan telah terjadi bertahun-tahun. Pada tahun 2017, devisit perdagangan Jatim dengan Ceko mencapai US$9,65 juta,  tahun 2018 agak turun menjadi US$9,45 juta, 2019 devisit kembali naik jadi US$11,97 juta dan pada tahun 2020 devisit kian dalam hingga menyentuh US$72,22 juta.

Sementara di tahun ini, dari Januari-Agustus devisit neraca perdagangan antara Jatim dengan Ceko sudah mencapai US$6,49 juga. Ekspor Jatim ke Ceko periode Januari-Agustus mencapai US$1,81 juta sedangkan impor Jatim dari Ceko mencapai US$8,3 juta. Adapun 10 komoditas non migas Jatim yang diekspor ke Republik Ceko adalah kendaraan dan bagiannya, barang dari kayu, alas kaki, aluminium, buah-buahan, perangkat musim, berbagai makanan olahan, jerami atau bahan anyaman, gula dan kembang gula serta pakaian jadi bukan rajutan.

Adapun berbagai komoditas impor dari Ceko yang masuk Jatim diantaranya adalah mesin dan pesawat mekanik, bahan kimia organik, perkakas, perangkat potong, kertas dan karton, plastik dan barang dari plastik, bahan peledak, produk keramik, hasil penggilingan, benda dari baja dan besi, serta kaca dan barang dari kaca.

"Padahal  ada banyak produk dari Jatim yang bisa diekspor ke sana, utamanya produk UMKM seperti kopi dan manufaktur seperti flooring dari kayu serta berbagai komoditas pertanian.Kami berharap dengan adanya pertemuan ini kerjasama perdagangan bisa terjalin dengan baik. Karena banyak juga produk kita yang sebenarnya di ekspor ke sana secara tidak langsung, kita ekspor ke Thailand baru kemudian Thailand ekspor ke Ceko. Ini kalau bisa kita perpendek jalur ekspornya akan sangat bagus. Apalagi Kadin juga ditugasi pemerintah untuk merealisasikan target ekspor untuk eksportir baru sebesar US$ 64 juta di tahun ini melalui Export Center," terang Adik Dwi Putranto usai acara.

Disisi lain, Adik juga menyinggung tentang peluang kerjasama investasi di proyek percepatan pembangunan ekonomi untuk wilayah Jatim yang tertera dalam Perpres nomor 80/2019 tentang percepatan pembangunan enam kawasan di Jatim. Ia juga memaparkan tentang komitmen Kadin Jatim dalam meningkatkan SDM melalui berbagai program, mulai dari penerapan pendidikan vokasi sistem ganda di sejumlah SMK, sertifikasi profesi untuk dosen hingga pendampingan UMKM.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Tommy Kaihatu dan Rois Sunandar Maming bahwa keinginan Ceko untuk mengenal lebih dekat tentang kondisi dan potensi yang dimiliki Jatim menjadi angin segar dan harus disambut dengan baik. Karena secara geografis, Ceko adalah jantung Eropa.

"Kami berharap Dari pertemuan ini akan ada kerjasama yang bisa direalisasikan. Karena sejauh ini kami memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kinerja UMKM. Disini kami mencari  peluang dagang untuk produk UMKM, seperti kopi, minyak Atsiri karena anggota kami sebagian besar adalah UMKM," tandas Rois Maming.

Henky Pratoko yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim juga menambahkan bahwa peluang ekspor ke Ceko sebenarnya cukup besar dan harus segera ditangkap. Apalagi kondisi pelabuhan juga cukup mendukung. Pelabuhan domestik dan internasional sangat baik.

"Selain kondisi pelabuhan sangat mendukung,  kita juga memiliki berbagai komoditi unggulan. Kita lihat saja Indomie, produk ini sudah diekspor ratusan kontainer ke Eropa Timur. Selain itu juga ada flooring dari kayu yang banyak dilirik pasar dunia. Padahal di Jatim ada satu perusahaan flooring dari kayu yang produksinya mencapai 750 hingga 1.000 kontainer per bulan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Ceko Jaroslav Dolecek mengaku sangat tertarik atas kerjasama yang ditawarkan Kadin Jatim dan mengapresiasi seluruh program yang telah dilakukan. Dia menandaskan, pihaknya akan memantapkan dan memperkuat hubungan ini menjadi hubungan kerjasama antara pengusaha dengan pengusaha, antara Kadin Jatim dengan Kadin Republik Ceko, karena ada banyak potensi yang dimiliki dua belah pihak yang bisa dikerjasamakan.

"Kalau perdagangan, beberapa komoditas yang dibutuhkan Ceko diantaranya adalah kopi, kayu, furniture dan produk pertanian. Kalau dari sisi investasi, kami tertarik untuk berinvestasi dalam hal teknologi untuk industri gula dan hydro power," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: