Covid-19 melandai bikin biaya kredit perbankan di Indonesia ikut surut

Kamis, 18 November 2021 | 13:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Biaya kredit perbankan di Indonesia diperkirakan semakin menurun. Hal ini terjadi seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

Kredit berisiko kini semakin menurun dan kondisi perekonomian juga menunjukkan peningkatan.

Jika kasus Covid-19 semakin terkendali, biaya kredit tahun depan diperkirakan kian menurun sampai akhir tahun dan tahun depan akan lebih rendah dibandingkan tahun ini.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya mencatatkan biaya kredit 3,79% per September 2021. Itu turun dari 4,12% pada semester I 2021 lalu.

Direktur Managemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengatakan, penurunan itu sejalan dengan perbaikan kualitas kredit.

"Pada Oktober 2021, LAR BRI tercatat 25,25% atau turun sekitar 3% dibandingkan Desember 2020 sebesar 28,26%," ungkapnya seperti dikutip, Rabu (17/11/2021).

Penurunan biaya kredit secara kuartalan itu juga sejalan dengan strategi frontloading perseroan dalam membentuk pencadangan risiko kredit.

Agus memperkirakan, biaya kredit sampai akhit tahun akan turun menuju kisaran 3,7%.

Tahun depan, BRI memiliki ekspektasi bahwa Covid-19 semakin terkendali dan tidak ada lagi pembatasan sosial yang tinggi sehingga ekonomi dapat tumbuh lebih baik dibandingkan tahun ini.

Dengan asumsi tersebut, restrukturisasi baru yang sempat naik karena adanya PPKM Level 4 akan mulai turun kembali akhit tahun ini dan tren itu akan bertahan hingga tahun depan.

"Sehingga, kebutuhan credit cost tahun 2022 diperkirakan bisa lebih rendah lagi," ujarnya.

PT Bank Permata Tbk juga memperkirakan biaya kredit tahun depan akan lebih rendah dari tahun ini.

Direktur Keuangan Bank Permata Lea Kusumawijaya mengatakan, tahun ini perseroan sudah sangat prundent dalam mengantisipasi risiko kredit.

Bank Permata juga sudah menganggarkan biaya provisi atau pencadangan atas kredit bermasalah cukup besar. Itu yang membuat biaya kredit bisa mencapai di atas 2% tahun ini.

Namun, tahun depan biaya tersebut dipekirakan akan turun jika pemuliha ekonomi sesuai ekspektasi perseroan dan aktivitas ekonomi kembali normal.

"Biaya kredit tahun depan akan turun ke level di bawah 2%," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: