Surplus neraca perdagangan RI berpeluang terbesar sepanjang sejarah

Kamis, 18 November 2021 | 16:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia berpotensi cetak surplus neraca perdagangan terbesar tahun ini. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, hal ini bisa dicapai Indonesia jika tren surplus terjaga hingga triwulan IV-2021.

"Jika surplus perdagangan terus konsisten pada triwulan IV/2021, maka tahun ini Indonesia akan mendapatkan surplus terbesar pertama kali dalam sejarah. Sepanjang Januari hingga Oktober 2021 surplus perdagangan sudah mencapai US$30,81 miliar," kata Mendag, Rabu (17/11/2021).

Diketahui, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Oktober 2021 sebesar US$5,73 miliar. Surplus tersebut ditopang surplus neraca nonmigas sebesar US$6,61 miliar dan defisit neraca migas sebesar US$0,87 miliar.

Secara akumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari-Oktober 2021 mencapai US$30,81 miliar. Nilai tersebut jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan terbesar sejak 2012 atau sepanjang 10 tahun terakhir.

"Surplus perdagangan Oktober 2021 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020 dan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan neraca tersebut ditopang pertumbuhan ekspor yang tinggi, bahkan ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah," ungkap Mendag.

Beberapa negara mitra dagang Indonesia yang menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar di antaranya Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan Filipina, dengan jumlah mencapai US$3,67 miliar.

Sementara Australia, Singapura, dan Thailand menjadi negara mitra penyumbang defisit perdagangan terbesar dengan jumlah sebesar US$1,13 miliar.

Secara kumulatif, surplus perdagangan tersebut ditopang neraca nonmigas US$40,08 miliar dan defisit migas US$9,28 miliar. Berdasarkan negara kontributornya, surplus perdagangan Januari-Oktober 2021 berasal dari AS dengan nilai mencapai US$11,52 miliar; Filipina (US$5,86 miliar); dan India (US$4,76 miliar). kbc10

Bagikan artikel ini: