Ada PPKM level 3 saat Nataru, begini curhat pengusaha

Jum'at, 19 November 2021 | 12:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penerapan PPKM level 3 selama Nataru akan berlangsung dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Kebijakan tersebut masih akan menunggu Instruksi Menteri Dalam negeri (Inmendagri) yang diikuti surat edaran terkait aturan perjalanan.

Rencana itu dikeluhkan kalangan pelaku usaha di Tanah Air. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) misalnya, berharap tak ada pengetatan kegiatan selama libur Nataru.

"Sebaiknya tidak diperlukan untuk memberlakukan pembatasan sesaat dikarenakan berdasarkan pengalaman selama ini ternyata tidak efektif namun akan kembali memberatkan dunia usaha," ujar Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja seperti dikutip, Kamis (18/11/2021).

Alphonzus bilang, peningkatan pembatasan masyarakat tidak efektif menurunkan mobilitas. Upaya menekan kasus positif Covid-19 dilakukan dengan pemberlakuan protokol kesehatan.

Antara lain dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Ketiga hal tersebut harus dilakukan dengan ketat, disiplin, dan konsisten.

"Masyarakat akan mencari berbagai alternatif untuk menghindari berbagai pembatasan yang diberlakukan," ungkap Alphonzus.

Alternatif tersebut justru dinilai tidak dapat dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah. Sehingga dampaknya akan terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Sementara itu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut rencana penerapan PPKM level 3 saat libur Nataru akan menekan ekonomi.

Pasalnya pada penerapan PPKM level 3 akan membuat pembatasan yang lebih ketat. Sehingga nantinya mobilitas masyarakat juga akan terbatas dan berdampak pada tertekannya ekonomi.

"Pasti ada pengaruh ketika dia menjadi PPKM 3 sudah pasti ada pembatasan," ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani.

Kebijakan tersebut saat ini masih dalam pembahasan pemerintah. Namun Hariyadi berharap tidak ada pembatasan ketat seperti PPKM level 3 yang akan berdampak pada dunia usaha.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran bilang, PPKM level 3 akan memukul industri hotel. Pasalnya selama ini libur akhir tahun merupakan periode tingginya tingkat keterisian hotel.

"Otomatis dampaknya nanti pertumbuhan yang ada saat ini akan terjadi penurunan," kata Maulana.

Maulana bilang, saat ini industri hotel memang tengah mengalami pertumbuhan akibat sejumlah wilayah mulai menerapkan PPKM level 2 dan 1. Pertumbuhan tersebut digunakan untuk menutup penghasilan selama industri hotel harus berhenti operasi selama kondisi PPKM parah.

Selain itu, periode libur Nataru sebetulnya digunakan untuk menutup minimnya kunjungan pada semester pertama tahun 2022. Sebagai informasi, Maulana bilang, pada paruh pertama tiap tahunnya kunjungan hotel dan tempat wisata relatif lebih rendah.

"Harapan pelaku pariwisata bahwa akhir tahun mereka punya kesempatan tumbuh," kata Maulana. kbc10

Bagikan artikel ini: