Hadir di Jatim, Tokko Semesta bantu UMKM bisa go digital

Senin, 22 November 2021 | 19:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Fleksibilitas para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cukup terbatas di masa pandemi. Ini semakin menyulitkan UMKM untuk berkembang. Untuk itu, perlu disegerakan digitalisasi bagi UMKM tersebut. Dengan transformasi digital  diharapkan dapat membantu UMKM untuk dapat lebih survive serta berkembang.

Para pelaku UMKM di Jawa Timur kini bisa go digital untuk memperluas basis pemasaran produk mereka melalui platform digital bernama Tokko.

VP Head Community Tokko Bobby Silalahi mengungkapkan, go digital bagi UMKM dilakukan pihaknya melalui program Tokko Semesta. Dengan program ini Tokko mendorong digitalisasi UMKM di daerah dengan memberikan pendampingan, pelatihan, dan mentorship melalui pendekatan personalisasi, menyesuaikan dengan kebutuhan skala bisnis UMKM, baik online maupun offline.

"Kami memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya dengan lebih kreatif dan memperkuat kedekatan dengan pelanggan," ujarnya, Minggu (21/11/2021).

Dikatakan Bobby meski baru genap setahun di November 2021 ini, namun Tokko sudah memiliki 2,5 juta pengguna di seluruh Indonesia yang seluruhnya adalah UMKM.

Program Tokko Semesta sendiri menargetkan sebanyak 2.000 UMKM di Jawa Timur untuk dapat mengikuti pelatihan terkait digitalisasi.

Sementara itu VP Head Of Growth Tri Sukma Anreianno menuturkan, Tokko Semesta akan menghadirkan pelatihan rutin bagi UMKM yang menyasar pada pengembangan usaha UMKM.

"Seperti teknik pemasaran digital, membangun brand, dan memperluas jangkauan dengan iklan digital dan penentuan target pasar, meningkatkan kualitas brand dengan pemahaman kekuatan produk, dan masih banyak lagi," jelasnya.

Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Surabaya tercatat selama tahun 2020 hingga awal 2021, jumlah UMKM di Surabaya meningkat sebanyak 40 ribu. Data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur juga menyebutkan bahwa potensi UMKM seluruh Jawa Timur sejumlah 9,7 juta UMKM merupakan potensi luar biasa dengan penyumbang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terbesar.

Melihat data tersebut, pergerakan UMKM memanfaatkan platform digital sudah semakin tinggi, namun harus didukung oleh kompetensi dan kemampuan membangun komunikasi dengan pelanggan, serta memperluas jaringan penjualan agar setiap pelaku usaha dapat terus bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

"Saya sangat mengapresiasi kontribusi Tokko dalam mendorong kemajuan UMKM di Jawa Timur, sehingga daya saing UMKM dapat terus  meningkat dan terus berjuang mengambil peran dalam pemulihan ekonomi nasional dan daerah," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/11/2021).

Dikatakan Khofifah, saat ini Pemprov Jatim telah melakukan upaya penguatan UMKM seperti kurasi produk melalui Rumah Kurasi Bank Indonesia (BI) yang merupakan satu-satunya di Indonesia, sertifikasi kurator oleh Kadin, dan pendampingan agar usaha mereka dapat lebih dikenal dan lebih maju.

"Semoga Tokko Semesta dapat merangkul lebih banyak UMKM di Jawa Timur dan terus mengambil bagian dalam upaya transformasi digital di Indonesia," tukasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: