Sandiaga klaim belum ada turis asing masuk Bali, ini alasannya

Selasa, 23 November 2021 | 08:52 WIB ET
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengklaim sampai saat ini belum ada wisatawan asing yang masuk ke Bali sejak pemerintah membuka gerbang perbatasan pada 14 Oktober 2021 lalu.

Rendahnya minat wisatawan disebabkan oleh nihilnya penerbangan langsung yang mendaftarkan pendaratannya di Bandara Internasional Ngurah Rai.

"Per hari ini belum ada wisman yang tiba di Bali dengan penerbangan langsung. Ini jadi bahan diskusi saat rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo," ujar Sandiaga dalam press briefing, Senin (22/11/2021).

Selain persoalan penerbangan, syarat masuk dengan karantina dan jaminan menjadi pertimbangan bagi turis asing. Sandiaga berujar kondisi tersebut berdampak terhadap tingkat keterisian atau okupansi hotel.

Meski terjadi peningkatan okupansi karena pergerakan wisatawan domestik, angka pertumbuhannya masih sangat kecil dan jauh dari harapan para pelaku usaha. Kementerian, kata Sandiaga, telah mengusulkan beberapa kebijakan untuk meningkatkan minat kunjungan turis asing. Misalnya dengan skema kerja sama 

Vaccinated travel lanes (VTL).

VTL memungkinkan turis asing masuk ke suatu negara tanpa karantina. Kendati begitu, pemerintah saat ini masih berfokus terhadap pembatasan kegiatan masyarakat menjelang Natal dan tahun baru.

"Apalagi kita melihat tingkat kepatuhan terhadao protokol menurun, tingkat kepatuhan pengisian Peduli Lindungi juga demikian," ujar Sandiaga.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi sebelumnya mengatakan perseroan belum menerima pemberitahuan rencana maskapai penerbangan asing masuk ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, dalam waktu dekat. Faik menuturkan maskapai membutuhkan waktu untuk mempersiapkan rencana penerbangannya ke Indonesia, terutama untuk rute berjadwal atau reguler.

Dia memperkirakan maskapai baru akan masuk ke Tanah Air untuk penerbangan reguler pada Januari 2022. "Ada bebrapa maskapai, tapi belum declaire karena belum final. Jumlahnya cukup banyak. Untuk reguler, kemungkinan Januari (2022) baru ada," ujar Faik.

Faik mengatakan, sejak pemerintah mengumumkan rencana pembukaan kembali pintu internasional, berbagai maskapai asing telah menyiapkan jadwal penerbangannya. Tidak langsung penerbangan berjadwal, maskapai yang akan masuk ke Indonesia melalui Bali lebih dulu mengawalinya dengan penerbangan carter.

 "Maskapai (asing) masuk paling cepat Desember, namun sebelum masuk reguler flight, yang akan masuk adalah charter flight dulu," ucap Faik. kbc10

Bagikan artikel ini: