Telkom raup laba bersih Rp18,9 triliun di triwulan III/2021

Kamis, 25 November 2021 | 09:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan kinerja positif di tahun ini. Hingga September 2021 atau triwulan III, laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp 18,9 triliun atau tumbuh 13,1% YoY.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan hingga penghujung kuartal III/2021, kinerja Telkom dinilai baik dan sesuai dengan yang direncanakan.

"Pencapaian ini tentunya sangat dipengaruhi oleh transformasi yang gencar Telkom lakukan, termasuk dengan strategi penguatan kapabilitas yang kami jalankan, baik itu melalui pembangunan sendiri, menjalin kemitraan strategis maupun strategi inorganik seperti akuisisi," kata Ririek dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

"Telkom akan terus mempercepat transformasi dan penataan portofolio demi value creation yang optimal bagi TelkomGroup, stakeholder serta bangsa dan negara," imbuhnya.

Telkom mencatat pendapatan konsolidasian Rp 106,0 triliun atau tumbuh 6,1% dari periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan pun tumbuh sebesar 8,1% YoY menjadi Rp 57,9 triliun.

Margin EBITDA dan margin laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 54,6% dan 17,8% per kuartal III/2021. Layanan fixed broadband IndiHome menjadi motor pertumbuhan kinerja perseroan disusul dengan digital bisnis Telkomsel yang kian menguat dari waktu ke waktu.

Pada segmen Mobile, Telkomsel berhasil membukukan pendapatan kuartal III/2021 sebesar Rp 65,12 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 7,8% YoY. Pendapatan bisnis digital Telkomsel mencapai Rp 50,5 triliun atau tumbuh 6,0% YoY dengan kontribusi terhadap total pendapatan meningkat dari 73,2% pada kuartal III/2020 menjadi 77,5% pada periode yang sama tahun ini.

Pencapaian ini didukung oleh basis pelanggan yang terus meningkat mencapai 173,5 juta pelanggan atau tumbuh 2,0% YoY, dengan pengguna mobile data sebanyak 120,9 juta pelanggan (tumbuh 3,0% YoY).

Lalu lintas data tumbuh signifikan 50,4% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 9.812 Petabyte, dengan total konsumsi data 10.059 Megabyte per pelanggan data atau tumbuh 38,6% YoY.

Pada September 2021, Telkomsel membangun 132.293 Base Transceiver Station (BTS) berbasis 4G. Total BTS yang dimiliki hingga akhir kuartal III/2021 mencapai 245.710 unit atau tumbuh 7,6% YoY yang 79,5% di antaranya adalah BTS 3G/4G yang tumbuh 9,7% dibanding kuartal III/2020.

Pada segmen Consumer, pendapatan IndiHome tumbuh 21,9% YoY menjadi Rp19,6 triliun dengan EBITDA margin IndiHome yang kian meningkat menjadi 50,0% pada akhir kuartal III/2021. Hal ini didorong penambahan 450 ribu pelanggan baru sehingga total pelanggan IndiHome pada akhir September 2021 mencapai 8,47 juta atau tumbuh 9,2% YoY.

ARPU IndiHome juga mengalami peningkatan dari Rp270 ribu pada kuartal II/2021 menjadi Rp274 ribu pada kuartal III/2021. Peningkatan ARPU dipengaruhi oleh pendapatan dari add-ons yang tumbuh cukup besar terhadap pendapatan IndiHome.

IndiHome juga secara kontinyu melakukan pengayaan konten melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten (content provider) global, seperti Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia. IndiHome juga menambahkan kanal Neptune TV, kanal dokumenter kehidupan laut yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hingga September 2021, segmen Enterprise mencatat kinerja yang kian membaik dan mengesankan dengan pendapatan Rp 13,8 triliun atau tumbuh 20,5% YoY, dimana layanan IT dan solusi konektivitas untuk korporasi masih menjadi kontributor terbesar.

Pada platform digital, data center dan cloud masih menjadi fokus bisnis Telkom yang terus berkembang secara signifikan seiring meningkatnya aktivitas para pemain bisnis digital. Platform data center dan cloud yang kuat menjadi kunci penting bagi Telkom dalam menghadirkan beragam layanan dan solusi digital untuk meningkatkan pengalaman digital pelanggan.

Telkom mencatat pendapatan bisnis data center dan cloud hingga kuartal III/2021 sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 19,7% YoY. Telkom memiliki 26 data center yang terdiri dari 21 data center domestik dan 5 data center yang berada di luar negeri, termasuk data center tier 3 dan 4 di Jurong, Singapura.

Demi memberikan valuasi yang lebih besar, Telkom tengah melakukan review dan penilaian terhadap rencana konsolidasi data center menjadi satu entitas di bawah TelkomGroup. Rencana ini masih dalam tahap kajian untuk memperoleh opsi terbaik demi penciptaan nilai yang optimal baik bagi TelkomGroup dan stakeholders. Adapun proses ini rencananya dapat selesai direalisasikan sekitar 2-3 tahun kedepan.

"IPO Mitratel menjadi satu milestone penting bagi TelkomGroup dalam memantapkan langkah sebagai digital telco. Hal ini juga menjadi pemacu semangat kami untuk menyiapkan milestone berikutnya, yaitu unlock value bisnis data center. Kami tengah mengkaji opsi terbaik demi value creation yang optimal agar nantinya dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam pengembangan ekosistem digital," ungkap Ririek.

Selanjutnya pada bisnis digital, investasi Telkomsel di Gojek pada November 2020 dan Mei 2021 telah memperkuat inisiatif strategis kedua perusahaan dalam memberikan manfaat baru bagi penggunanya serta mendukung percepatan digitalisasi di sektor UMKM. Sejauh ini, Telkomsel telah mencatatkan capital gain mencapai Rp 350 miliar.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, investasi di Gojek juga memperlihatkan hasil yang positif jika dilihat dari pertumbuhan kuartal III/2021 dibandingkan dengan kuartal I/2021. Seperti ARPU driver yang menjadi user paket kolaborasi swadaya meningkat sebanyak 4%.

Perseroan telah menggunakan belanja modal sebesar Rp18,6 triliun hingga kuartal III/2021 atau 17,5% dari total pendapatan. Belanja modal terutama digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan pendukung untuk meningkatkan kapasitas, baik pada fixed line maupun mobile business demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.

"Kinerja Telkom yang kian membaik ini juga tidak lepas dari penanganan pandemi di Indonesia yang menjadi momentum yang tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Kami berharap dan optimistis bahwa kinerja perseroan hingga akhir tahun 2021 juga akan tumbuh positif. Semoga hal ini juga berdampak ke kinerja saham yang akan terus menguat dan dapat menggaet semakin banyak investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Ririek. kbc10

Bagikan artikel ini: