Platform SMEsta buka peluang pasar baru UMKM

Kamis, 25 November 2021 | 20:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) secara resmi meluncurkan portal UKM Nasional berbasis website atau katalog digital, yakni Small Medium Enterprise Station (SMEsta) yang di dalamnya terdapat sejumlah fitur yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.

Deputi Bidang UKM KemenkopUKM, Hanung Harimba Rachman menuturkan bahwa tujuan portal UKM nasional itu salah satunya untuk menyediakan informasi terkait pendaftaran usaha, perizinan, sertifikasi, pelatihan, akses pasar, hingga pembiayaan. Bukan hanya itu, SMEsta juga akan membangun ekosistem UKM, memperkuat jaringan serta database atau e-katalog, mitra dukungan ekspor UKM, serta mendukung verifikasi dan validasi informasi UKM ekspor beserta mitra pendukung ekspor.

"Saat ini jumlah UKM yang telah bergabung di portal SMEsta mencapai 1.521 UKM ekspor serta 9 mitra pendukung UKM," ungkap Hanung dalam Launching Portal UKM Nasional SMEsta di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Hanung berharap portal UKM nasional itu ke depannya dapat  diperluas lewat integrasi ke dalam laman pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta menjadi katalog promosi produk UMK, baik di dalam maupun untuk pasar luar negeri sehingga punya dampak lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini portal UKM nasional itu dapat membuka peluang pasar baru bagi para pelaku UMKM. Pasalnya, MenkopUKM mengatakan portal UKM nasional itu akan terintegrasi secara regional dengan portal ASEAN Access dan diharapkan jumlah UMKM yang terdaftar di SMEsta bisa mencapai 10.000 unit pada 2024 mendatang.

"Melalui SMEsta, UMKM dapat informasi mengenai program perluasan akses pasar, pelatihan, pembiayaan, perizinan, standardisasi, persyaratan dan kriteria ekspor-impor, market intelligent, hingga peluang usaha di beberapa negara," ujar Teten.

Teten menambahkan, peluncuran portal UKM itu juga menjadi bagian penting dalam rangka mencapai target ekspor sebesar 17% pada tahun 2024 mendatang serta target 30 juta UMKM terhubung dengan ekosistem digital. Saat ini, Teten menyebut jumlah UMKM yang sudah onboarding sudah sekitar 16,4 juta unit atau sekitar 25,6% dari keseluruhan UMKM.

"UMKM yang onboarding tumbuh luar biasa, hampir 105% jika dibandingkan sebelum pandemi yang hanya sekitar 8 juta unit UMKM di ekosistem digital," tambah Teten.

Teten menambahkan, portal UKM nasional SMEsta ke depan akan semakin mengoptimalkan potensi ekonomi digital di Nusantara. Pasalnya, transaksi di e-commerce pada masa pandemi meningkat sekitar 54% atau lebih dari 3 juta transaksi per hari.

Bahkan, pendapatan ekonomi digital di Indonesia berhasil menyentuh US$44 miliar atau sekitar Rp 640 triliun pada masa pandemi. Selain itu, Indonesia juga diprediksi bisa meraup pendapatan dari ekonomi digital sekitar US$124 juta pada tahun 2025 mendatang. "Proyeksi itu angka yang besar dan oleh karenanya, launching SMEsta menjadi sangat relevan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: