Kinerja ekspor meningkat, penjualan Trias Sentosa tumbuh 20,7 persen

Jum'at, 26 November 2021 | 20:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten flexible packaging film atau kemasan, PT Trias Sentosa Tbk (TRST) berhasil membukukan kinerja positif sepanjang Januari-September 2021. Penjualan perusahaan berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur ini tumbuh 20,7 persen dalam 9 bulan pertama 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan mengatakan, peningkatan kinerja penjualan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga jual akibat kenaikan harga bahan baku minyak bumi, di samping juga ada peningkatan permintaan pasar domestik maupun global.

"Harga bahan baku tahun ini mengalami kenaikan 15-20 persen, ini inline dengan peningkatan harga jual yang lebih bagus. Meskipun sebenarnya penjualan sepanjang tahun ini secara volume relatif tumbuh tapi tidak banyak," katanya dalam paparan publik TRST, Jumat (26/11/2021).

Dia memaparkan, realiasi penjualan perseroan sepanjang Januari-September 2021 tercatat mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,21 triliun. Sedangkan laba bruto hingga September 2021 tercatat Rp347 miliar atau naik 51,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Sepanjang tahun ini penjualan Trias sebesar 47 persen merupakan kontribusi dari pasar ekspor, sedangkan 53 persen dikontribusi pasar domestik. Kalau dilihat dari kinerja ekspor kita tahun lalu kontribusinya hanya 44 persen, yang berarti pasar ekspor kita meningkat," jelasnya.

Selama ini, pangsa ekspor terbesar Trias Sentosa yakni ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, negara-negara Asean, China, Taiwan, Timur Tengah hingga Korea Selatan.

Sugeng menambahkan, perseroan mampu meningkatkan margin yang cukup bagus sebab telah melakukan berbagai efisiensi baik dari segi material dan energi listrik dan gas. Dia bilang, ke depan masih ada tantangan industri kemasan di antaranya adalah penanganan pandemi hingga gangguan rantai pasokan bahan baku dan barang jadi.

Meski demikian, lanjut Sugeng, tingkat utilitas pabrik Trias sudah mencapai 90 persen sehingga perseroan telah jauh hari melakukan investasi baru secara bertahap yang diperkirakan investasi mesin baru bisa beroperasi pada kuartal IV/2022.

"Mudah-mudahan mesin datang pada tahun depan. Kalau tidak ada aral melintang, mesin baru mulai jalan pada kuartal IV tahun depan, sebab proses pengapalan saat ini memang tidaklah mudah," ujarnya.

Adapun investasi Trias saat ini adalah dengan menambah 2 unit mesin pembuatan flexible film. Unit pertama yakni produksi Biaxially Oriented PolyPropylene (BOPP) Films yang memiliki kapasitas produksi 30.000 ton/tahun dengan investasi sebesar US$40 juta, dan unit kedua yakni film Cast Polypropylene (CPP) memiliki kapasitas 15.000 ton/tahun dengan investasi sebesar US$7,5 juta. kbc7

Bagikan artikel ini: