Siap-siap! PNS tak berkualitas bakal diganti robot

Jum'at, 3 Desember 2021 | 09:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Zudan Arif Fakrullah menyatakan, pegawai negeri sipil (PNS) berkualitas memadai tidak akan tergantikan dengan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menggunakan mesin robot.

Rencana pemerintah untuk menerapkan teknologi dalam sistem administrasi pemerintahan merupakan pemicu bagi seluruh PNS meningkatkan kapabilitas mereka menjadi lebih mumpuni.

"PNS yang berkualitas tidak akan tergantikan oleh robot ataupun mesin. Tetapi kalau PNS yang tidak berkualitas, maka pasti tergantikan. Jadi ini untuk memotivasi dan memacu para PNS agar menjadi PNS yang berkualitas," kata Zudan seperti dikutip, Kamis (2/12/2021).

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tersebut mengatakan, beberapa sektor dalam lingkup instansi pemerintah masih memerlukan kehadiran PNS dalam bentuk sumber daya manusia (SDM).

"Dalam banyak hal, PNS tidak bisa tergantikan, seperti yang terkait dengan empati, kerja sama , dan kemanusiaan; itu sampai saat ini belum bisa tergantikan oleh robot atau mesin," katanya.

Sementara jenis sektor pekerjaan PNS yang tergantikan dengan mesin saat ini, antara lain pekerjaan yang berkaitan dengan pengawasan teknis, operator, dan mekanis.

"Contoh yang sudah banyak tergantikan itu adalah penjaga tol, kemudian nanti yang mengawasi, seperti penjawab mesin itu operator. Lalu untuk hal bersifat mekanis, yang bersifat terus-menerus itu nanti fungsinya bisa digantikan dengan mesin," jelas Zudan.

Oleh karena itu, dia berharap wacana terkait penggunaan teknologi dalam sistem pelayanan publik di instansi pemerintah dapat menjadi pendorong bagi PNS untuk meningkatkan kualitas diri.

"Dalam banyak hal, PNS itu tidak tergantikan. Misalnya untuk mengambil keputusan terhadap pengelolaan keuangan, penanggulangan bencana, dan membantu masyarakat. Banyak hal tidak bisa tergantikan," tutup Zudan. kbc10

Bagikan artikel ini: