Kadin Lumajang: 200 Hektar lebih lahan pertanian di Pronojiwo dan Candipuro gagal panen

Senin, 6 Desember 2021 | 18:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang Agus Setiawan memastikan lebih dari 200 hektar lahan pertanian yang ada di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro di Kabupaten Lumajang mengalami gagal panen akibat terpapar erupsi gunung Semeru.

"Lahan pertanian yang terdampak lebih dari 200 hektar di kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Juga ada tanaman kebun, di lereng gunung dan di aliran sungai, terdampak semua. Beberapa komoditas diantaranya padi dan palawija, serta tanaman kebun, juga ada tanaman sengon. Karena kena banjir lahar dingin dan abu vulkanik, tanaman itu mati semua," ujar Agus Setiawan ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (6/12/2021).

Sementara luasan lahan kopi yang terdampak masih belum bisa dipastikan karena petani belum bisa naik dan memastikan apakah tanaman kopi mereka sudha mati atau masih bisa diselamatkan. "Kalau kopi ada di lereng, tetapi karena belum bisa naik ke atas, teman-teman petani di desa Oro-Oro Ombo belum bisa memberikan kabar ke kita apa tanam masih utuh atau tidak," ujarnya.

Selain lahan pertanian dan kopi, Agus juga mengungkapkan ada banyak hewan ternak yang mati dan tidak bisa diselamatkan. Di kabupaten, ujarnya, hampir semua rumah mempunyai hewan ternak, sapi, kambing atau lainnya. Tetapi disaat evakuasi, ternak tersebut banyak yang tidak sempat dibawa karena erupsi dan lahar dingin gunung Semeru datang secara mendadak.

Untuk yang ada di desa Sumber Urip, Sumber Mujur, Oro-Oro Ombo dan Supit Urang otomatis terdampak dan banyak hewan seperti sapi dan kambing yang mati karena diterjang aliran lahar.

"Sempat ada yang berhasil dievakuasi tetapi lebih banyak yang tidak bisa dievakuasi karena kejadian mendadak. Seperti tadi subuh, sekitar setengah jam 04.00 subuh aliran lahar dingin membesar sehingga evakuasi tanpa bisa mengevakuasi ternak tersebut. Dan kemungkinan besar sudah mati karena tertimbun," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang tersebut.

Untuk saat ini, Kadin Lumajang sedang melakukan riset terkait dampak ekonomi dan dampak sosial akibat erupsi gunung Semeru dan bagaimana penganganan pasca bencana.

"Kami sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan Ketum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dan Kadin Indonesia. Kadin Indonesia, Kadin Jatim dan Kadin Lumajang bersinergi mengumpulkan bantuan, utamanya penanganan dampak ekonomi utamanya pasca bencana," tegasnya.

Terkait kerugian akibat erupsi tersebut, Agus masih belum bisa memastikan karena kondisi terus berkembang. Daerah yang terdampak juga semakin meluas sehingga evaluasi kerugian masih belum bisa dilakukan.

"Seperti sekarang air naik terus, mungkin rumah yang kemarin belum kena dampak, sekarang terkena. Seperti dua hari yang lalu lahar masih dialiran sungai saja, tetapi tadi subuh sudah menjangkau hampir ke jalan nasional. Tapi yang pasti di kecamatan Pronojiwo dan Candipuro ini kerugian sangat besar sekali, mulai dari lahan pertanian, peternakan dan harta benda. Korban juga sangat banyak," kata Agus.kbc6

Bagikan artikel ini: