Restrukturisasi utang jadi program utama PLN

Senin, 6 Desember 2021 | 19:00 WIB ET
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, salah satu program utama PLN tahun depan adalah melakukan restrukturisasi utang.

Darmawan mengatakan, langkah refinancing utang ini dilakukan sebagai salah satu mandat dari Menteri BUMN Erick Thohir yang juga mengingatkan untuk membuat kondisi keuangan PLN sehat. Darmawan menjelaskan langkah untuk refinancing menjadi salah satu cara menyehatkan perusahaan.

"Tahun lalu dan tahun ini kami sudah mengelola utang dengan baik hingga turun Rp 50 triliun. Tahun depan kita akan refinancing lagi. Kita sedang petakan mana mana saja yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Tapi strateginya sudah jelas dengan mencari bunga yang lebih rendah," ujar Darmawan di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Darmawan menjelaskan, selain refinancing utang, langkah untuk bisa menyehatkan keuangan PLN adalah dengan efisiensi. Dia mengatakan, efisiensi dilakukan dengan menurunkan cost of production dan memaksimalkan kinerja dengan digitalisasi.

Dia juga bilang, tahun depan investasi PLN akan dialokasikan terutama untuk proyek proyek yang memiliki reaten yang lebih baik sehingga nilai pengembalian modal akan lebih tinggi dari cost of fund yang dilakukan perusahaan. "Investasi kita prioritas kedepan ke proyek yang punya IRR yang baik. Jadi lebih besar IRR daripada cost of fund. Kita efisiensi sehingga nanti kondisi keuangan PLN bisa lebih baik," ujar Darmawan.

Darmawan mengakui dampak pandemi membuat pasokan listrik melimpah. Untuk mengatasi oversupply ini ada tiga langkah yang dilakukan PLN. Untuk bisa menaikkan konsumsi listrik, pertama melalui penderasan penggunaan mobil listrik dan kompor induksi. Memang, dalam dua aspek ini butuh dukungan pemerintah dalam hal aturan maupun insentif agar penggunaan mobil listrik dan kompor induksi.

"Arahan dari Pak Presiden juga bagaimana caranya kita bisa menekan impor minyak dengan menggunakan sumber energi domestik, dalam hal ini listrik. Jadi penggunaan mobil listrik ataupun kompor induksi jadi salah satu yang cepat dilakukan," ujar Darmawan.

Langkah kedua, kata Darmawan, PLN saat ini meningkatkan penggunaan listrik di sektor pertanian. Caranya, dengan membantu petani dengan menggantikan alat pertanian maupun pompa dari diesel ke listrik sehingga membuat petani lebih hemat.Langkah ketiga, kata dia, adalah memanfaatkan captive market. PLN mengajak pelaku industri untuk bisa beralih memakai listrik PLN yang tadinya memakai pembangkit sendiri.

"Kami menawarkan keandalan listrik PLN dan juga efisiensi. Sehingga industri bisa fokus untuk meningkatkan produksi, pasokan listrik kami jamin dari PLN," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: