Soal dugaan Omicron sudah masuk Indonesia, ini penjelasan Kemenkes

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait dugaan virus Covid-19 varian Omricon yang sudah masuk dan menyebar di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan, hingga saat ini, varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia.

"Sampai saat ini kita belum mendeteksi varian omicron ini. Namun, kami akan tetap memperkuat antisipasi untuk mencegah masuknya varian tersebut," ujarnya seperti dikutip, Selasa (7/12/2021).

Lebih lanjut, dia menyebutkan saat ini pemerintah tengah memperkuat pintu masuk ke Indonesia, hal ini untuk meminimalisir masuknya varian B.1.1.529 tersebut. "Pemerintah juga menunda masuknya WNA (Warga Negara Asing). Adapun, WNA yang dimaksud punya riwat perjalanan ke 11 negara [yang dilarang untuk masuk ke Indonesia] dan juga menerapkan perpanjangan karantina sampai 10 hari," tuturnya.

Kendati demikian, Nadia mengimbau semua pihak untuk tetap berhati-hati dengan varian Omicron. Penyebabnya, jumlah negara yang melaporkan kasus varian Omicron terus meningkat. "Sampai saat ini sudah hampir 45 negara melaporkan kasus tersebut. Artinya sangat cepat penyebarannya," kata Nadia pada dialog daring tentang "Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron", Selasa (7/12/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron dapat akan terus menjadi perhatian pemerintah.

"Saat ini pemerintah terus meningkatkan kapasitas testing dan karantina untuk mendukung upaya mencegah importasi kasus. Pemerintah akan terus menginformasikan update sequencing kepada publik secara transparan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian sekaligus Jubir Satgas Covid-19 RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto menyebut bahwa varian omicron telah menyebar di Indonesia.

"Pendapat saya (varian omricon) sudah (menyebar). Penyebaran sudah sedemikian luas dari laporan awal. Laporan awal itupun sebenarnya kasusnya sudah terjadi setidaknya dua pekan sebelumnya," kata Tonang dikutip dari laman Facebook miliknya, Selasa (7/12/2021).

Tonang menyebutkan, varian ini belum terdeteksi lantaran gejala orang yang terinfeksi varian ini cenderung ringan. "Karena cenderung yang terkena itu ringan saja gejalanya, bahkan sebagian tanpa gejala. Sehingga tidak terdeteksi dan tidak terlaporkan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: