Pemerintah buka peluang beri insentif PPnBM industri otomotif 0% secara permanen

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah membuka peluang pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM ) mobil baru 0% secara permanen. Hal ini guna mendorong industri otomotif dalam negeri termasuk sektor pendukungnya.

Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada opening ceremony Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2021 pada Kamis (9/12/2021).

Dikatakannya, konsep dari usulan pemberian insentif tersebut saat ini tengah disiapkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Namun yang perlu diingat, untuk mendapatkan insentif PPnBM ini syaratnya adalah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 80 persen.

"Saat ini kami tengah melakukan upaya pendalaman struktur manufaktur dengan TKDN. Jadi ini nantinya juga akan menjadi tantangan bagi produsen otomotif agar berlomba-lomba melakukan penguatan TKDN," ujarnya.

Menperin mengatakan, sektor otomotif perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat dan lebih, dengan kapasitas produksi 35 juta unit per tahun. Sedangkan perusahaan komponen kendaraan mencapai 319.000 perusahaan yang sebagian besar merupakan skala UMKM.

"Dan di situ telah menyerap 1,5 juta pekerja langsung, dan puluhan juta pekerja tak langsung, dan menyerap investasi hingga Rp150 triliun," jelasnya.

Untuk itu, saat ini tengah dirumuskan untuk usulan insentif tersebut, dimana time frame sedanh disusun. Perumusan tersebut diantaranyabterkait cost and benefit.

Sementara itu terkait evaluasi pemberian PPnBM di sektor otomotif tahun ini, dikatakan Agus, terbukti mampu memberi dampak yang sangat baik dan positf. Di tengah kondisi pandemi yang cukup menekan ekonomi terutama pada Juni - Juli saat ada varian Delta, sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan 36 persen tahun ini.

"Jadi ada yang dievaluasi berdasar insenrif PPnBM yang saat ini dijalankan, tapi di sisi lain kita siapkan usulan untuk dipermanenkan," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: