Digitalisasi layanan faskes laboratorium perkuat sistem kesehatan masyarakat

Jum'at, 10 Desember 2021 | 16:44 WIB ET
dr. Kalsum Khomaryani, MPPM
dr. Kalsum Khomaryani, MPPM

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi masalah kesehatan  yang berdampak pada pelayanan kesehatan tapi juga mengguncang stabilitas fiskal perekonomian di banyak negara termasuk Indonesia. Namun, di saat pandemi ini pula, menuntut para pemangku kepentingan mengadopsi teknologi digital sehingga mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Kalsum Khomaryani, MPPM menuturkan pandemi Covid-19 justru menuntut unit sarana kesehatan seperti laboratorium kesehatan justru terpacu melakukan konvergensi jaringangan kerja sebagaimana implementasi Industri 4.0. Integrasi pemeriksaan diagnostik juga ditunjang pelayanan laboratorium kesehatan yang kompeten.

Layanan screening seperti rapid test dan test polymerase chain reaction (PCR) hingga pemasukan input data yang semakin cepat cepat dan efisien. "Pemanfaatan teknologi informasi harus dilakukan optimal dan bijak .Kita harus memperkuat sistem kesehatan. Kalau ada pandemi berikutnya, recovery (proses pemulihan ekonomi red) akan berlangsung lama lagi," ujar Kalsum dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX dan Pertemuan Ilmiah I serta peluncuran website Ikatan Laboratorium Kesehatan Nasional (ILKI) secara virtual di Jakarta, Jumat (10//12/2021).

Kalsum meyakini, kini Indonesia sudah memasuki fase herd immunity yang indikasinya angka kasus penularan baru Covid-19 yang sudah jauh menurun dan relatif terkendali. Hal ini tidak terlepas dari upaya cakupan vaksinasi di masyarakat yang lebih baik dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

"Sekarang, vaksinasi sudah mencapai 145 juta dosis pertama sudah terdistribusikan. Sementara untuk dosis kedua sudah 101 juta. Artinya sudah lebihi 50% dari total sasaran sebesar 208 juta jiwa. Padahal, melihat kondisi geografis Indonesia sedemikian sulit untuk melakukan vaksinasi, Alhamdulillah," kata Kalsum.

Peran ILKI ke depan, sambung Kalsum, akan semakin besar mengawal transformasi sistem kesehatan baik pelayanan primer maupun rujukan pelayanan sistem ketahanan kesehatan masyarakat. Laboratorium juga akan terintegrasi dalam satu sistem Pada pelayanan primer misalnya, pemanfaatan laboratorium kesehatan akan makin berperan melakukan deteksi dini pasien.

Terkait transformasi teknologi kesehatan, menurut Kalsum, peran laboratorium kesehatan akan terinput dalam satu sistem terintegrasi data pelayanan kesehatan. Hal ini sudah mulai dilakukan, khususnya untuk pelayanan test antigen dan PCR Covid-19.

"Semua pemeriksaan sudah all new record.Sebelum pandemi tidak ada data komulatif sedemikian besar tentang pelayanan laboratorium. Setelah pandemi, terbukti laboratorium kita bisa melakukan sehingga terdapat big data dari hasil kerja laboratorium," kata Kalsum.

Kalsum menambahkan, pihaknya berharap ILKI juga dapat bekerjasama mengembangkan aplikasi sistem informasi pelayanan laboratorium kesehatan sehingga mudah diakses masyarakat luas. Informasi tersebut mencakup tentang jenis pelayanan, tarif dan lokasi laboratorium serta status akreditasi laboratorium dan SDM.

"Kita berharap laboratorium yang handal dan tidak mudah diretas dan akan terintegrasi Big Data Kesehatan," terang Kalsum seraya menambahkan akan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan sebagai landasan hukum mengukur indikator mutu laboratorium nasional sebagai unit fasilitas pelayanan kesehatan.

Sejalan tema rakernas yang mengusung tema Penguatan Organisasi ILKI Dalam Era Baru Melalui Digitalisasi Pelayanan Laboratorium Kesehatan, Ketua ILKI Dr.dr Purwanto AP, Sp.PK mengatakan pihaknya berkepentingan untuk mengkonsolidasikan program kerja Pengurus Pusat dan Wilayah serta meningkatkan pengetahuan dan kompetensi anggota. Sejumlah topik pada acara ilmiah membahas pengenalan organisasi, digitalisasi pengelolaan laboratorium di era baru untuk memperepat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan serta peraturan baru tentang perizinan.

Adapun topik ilmiah yang menarik lainnya berkenaan informasi terkini tentang metode pemeriksaan dan teknologi di bidang laboratorium kesehatan. Purwanto menambahkan transformasi teknologi dan digitalisasi sebagai suatu keniscayaan, dunia usaha yang berkecimpung dalam sarana fasilitas kesehatan harus mampu bertahan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.kbc11

Bagikan artikel ini: