IDI sambut positif pemberian vaksin Covid-19 untuk anak 6-11 tahun

Selasa, 14 Desember 2021 | 09:16 WIB ET

JAKARTA - Tim Advokasi Vaksin Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyambut positif upaya pemerintah yang akan memberikan vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. “Kami menyambut positif rencana pemerintah," kata Tim Advokasi Vaksin Covid-19 Pengurus Besar IDI, Soejatmiko.

Di samping mendorong vaksin untuk anak, IDI berharap pemerintah tetap memprioritaskan vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia dan usia produktif. Sebab cakupan masih belum optimal padahal risiko kematian kelompok tersebut jauh lebih tinggi.

Oleh karena itu, vaksinasi usia 6-11 tahun dimulai di kabupaten dan kota yang sudah mendapat dosis pertama vaksinasi pada kelompok usia produktif minimal 70 persen dan lansia minimal 60 persen.

Ihwal keamanan vaksin yang akan digunakan, Soejatmiko menyatakan aman dan bermanfaat. Menurut dia, vaksin telah melalui berbagai uji klinis, mendapatkan emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta telah melalui kajian ITAGI.

“Vaksin ini aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19 berdasarkan hasil uji klinik pada kelompok umur tersebut di Cina yang telah dipublikasi di jurnal ilmiah dan telah dikaji dengan teliti oleh BPOM dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI),” ujarnya.

Ia menuturkan efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat jarang dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing, lesu, yang akan hilang dalam satu hari hingga dua hari.

“Kalau demam, beri obat demam, banyak minum. Kalau nyeri, bisa diberikan obat nyeri atau di kompres, kemudian istirahat,” kata Soejatmiko. kbc9

Bagikan artikel ini: