PLN raih pinjaman dari ADB Rp8,6 triliun, untuk apa saja?

Rabu, 15 Desember 2021 | 10:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pemberian pinjaman kepada PT PLN (Persero) sebesar US$600 juta atau setara Rp8,6 triliun (kurs Rp14.342 per dolar).

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan keandalan layanan ketenagalistrikan yang disediakan oleh perusahaan pelat merah di bagian barat dan tengah Pulau Jawa.

Pinjaman yang diberikan akan digunakan untuk Program Akses Energi Berkelanjutan dan Andal untuk merehabilitasi, memperkuat, dan memperluas jaringan listrik, termasuk mendorong penggunaan energi bersih.

Spesialis Keuangan Senior ADB Daniel Miller mengatakan, program tersebut akan meningkatkan akses energi bersih ke pulau Jawa. Selain itu, program juga akan menyasar 30 juta masyarakat yang hidup mendekati garis kemiskinan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen limbah dan manajemen aset, pengadaan, dan pendidikan masyarakat. Selain itu, lewat program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

"Wilayah ini juga memiliki 11,3 juta atau 56 persen dari seluruh UMK di Indonesia. Melalui penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan, program ini akan meningkatkan kualitas hidup, mendukung terselenggaranya layanan publik yang penting, serta menciptakan pekerjaan," kata Daniel dikutip dari Antara, Selasa (13/12/2021).

Pulau Jawa sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi Indonesia dinilai memerlukan pasokan energi yang besar. Pada 2030 nanti, diperkirakan Pulau Jawa membutuhkan energi sebesar 259 terawat atau 66,4 persen dari proyeksi kebutuhan listrik nasional.

Dalam memenuhi kebutuhan energi, jaringan ketenagalistrikan Jawa perlu untuk diperkuat dan melakukan transisi energi rendah karbon agar dapat mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan dalam jaringannya.

Selain itu, dana yang diberikan ADB diharapkan dapat mendanai pelatihan staf PLN untuk menguasai teknologi yang ada. Kemitraan ADB dengan Indonesia pada 2020 hingga 2024 difokuskan untuk meningkatkan pemulihan ekonomi Indonesia melalui infrastruktur energi yang berkelanjutan. kbc10

Bagikan artikel ini: