Pengembang minta relaksasi PPN diperluas untuk rumah inden

Rabu, 15 Desember 2021 | 17:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah memperluas kebijakan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian properti inden. Halnini dimaksudkan guna menggenjot pasar seiring dengan positifbya daya beli masyarakat.

PPN DTP yang diberlakukan saat ini hanya diperuntukkan bagi rumah siap huni (ready stock). Hal itu terbukti dengan melonjaknya penjualan properti pada Kuartal II-2021.

Sementara memasuki kuartal III-2021 penjualan properti justru kembali melandai dikarenakan stok rumah yang disediakan pengembang sudah habis.

"Dalam kebijakan tersebut, yang bisa memperoleh keringanan PPN DTP itu kan jelas hanya rumah ready stock dengan diskon PPN 100 persen untuk rumah seharga maksimal Rp 2 miliar dan 50 persen untuk rumah seharga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar," kata Bambang, Selasa (14/12/2021).

Bambang menjelaskan, perluasan kebijakan PPN DTP dapat dilakukan dengan menerapkan hal yang sama pada rumah inden dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent), misalnya dengan maksimal inden hanya satu tahun.

"Bisa diperluas ke rumah inden dengan batasan tertentu misal maksimal inden satu tahun. Jadi relatif aman," ujarnya.

Dengan perluasan tersebut, pastinya akan mendorong tingginya penjualan properti di Indonesia.

Terlebih, industri properti merupakan salah satu sektor usaha paling penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Industri ini memiliki multiplier effect besar bagi 175 sektor industri lainnya seperti material bahan bangunan, genteng, furnitur, semen, paku, besi, kayu dan seagainya.

"Jangan lupa, bahwa sektor perumahan itu punya multiplier effect yang besar, ada sekitar 175 industri ikutan lainnya yang juga akan bangkit jika sektor perumahan ini tumbuh," ucap dia.

Sebelumnya, REI meminta kebijakan PPN DTP dapat diperpanjang hingga akhir tahun 2022.

Perpanjangan kebijakan PPN DTP ini sangat bermanfaat terutama untuk mendorong penjualan properti di Indonesia.

"Kami telah meminta pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN DTP hingga akhir tahun 2022," kata Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida. kbc10

Bagikan artikel ini: