Kaum milenial mulai lirik Pegadaian Syariah

Kamis, 16 Desember 2021 | 13:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Unit Usaha Syariah (UUS) PT Pegadaian alias Pegadaian Syariah ternyata mulai mendapat tempat di hati kaum milenial.

Kepala UUS PT Pegadaian Beni Martina Maulan mengungkap hal ini tergambar dari karakteristik umur nasabah Pegadaian secara umum yang mulai merata. Sebelumnya, nasabah Pegadaian terkenal didominasi oleh 'emak-emak' berumur 45 tahun ke atas yang sedang kepepet untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Kemitraan B2B dengan banyak partner telah mulai mengubah patern kami dari semula lebih dari separuh nasabah berusia di atas 45 tahun, sekarang 65 persen nasabah kami berusia milenial. Ini menunjukkan tingginya akseptabilitas dari masyarakat muda terhadap produk-produk Pegadaian," ungkapnya dalam diskusi virtual Sharia Economic Outlook bersama CORE Indonesia, Rabu (15/12/2021).

Secara spesifik, nasabah Pegadaian yang terdeteksi dari Customer Identification File (CIF) sebanyak 18,8 juta entitas, didominasi umur 45 tahun ke atas dengan porsi 35 persen, umur 35-44 tahun 30 persen, umur 25-34 tahun 25 persen, sementara umur 25 tahun ke bawah porsinya hanya 10 persen.

Selain itu, pola peruntukkan kredit dari para nasabah juga mulai beralih dari pinjaman untuk kebutuhan konsumtif menjadi produktif, dengan rata-rata ticket size gadai Rp4,2 juta, sementara non-gadai Rp20,6 juta.

Peminjam kredit produktif di Pegadaian sudah mencapai 6,7 juta entitas, dengan 45 persen di antaranya berawal dari nasabah gadai. Tak heran, komposisi penyaluran Pegadaian 95 persen didominasi produk gadai.

"Lewat proses transformasi, kami mencoba menangkap berbagai peluang. Dari sisi gender memang 66 persen masih didominasi ibu-ibu [34 persen laki-laki], tapi dari peruntukan kredit sudah 64 persen untuk sektor produktif. Artinya, Pegadaian semakin relate buat UMKM," tambahnya.

Terkhusus Pegadaian Syariah sampai November 2021, outstanding loan telah mencapai Rp8,64 triliun atau menyumbang kontribusi 17,3 persen dari outstanding total Pegadaian.

Berdasarkan produk, layanan gadai syariah atau rahn mengambil porsi 81,34 persen dari total outstanding Pegadaian Syariah. Beni menjelaskan bahwa ke depan pihaknya yakin bisa terus memperbesar kaum milenial dengan preferensi syariah, didorong dua layanan yang relevan dengan mereka, yaitu Tabungan Emas dan Pegadaian Syariah Digital.

"Tabungan Emas khusus yang Syariah itu nasabah aktif telah menembus 460.000 orang per November 2021, dengan saldo gram emas mencapai 832 kg. Peningkatannya cepat karena saldo pada Desember 2019 baru mencapai 532 kg. Ini karena kami telah melayani nasabah yang ingin secara rutin menabung emas secara online, di samping layanan offline yang kami juga buka terus," ungkap Beni.

Adapun, Pegadaian Syariah Digital telah digunakan oleh 300.000 nasabah dengan 78 persen berusia milenial di bawah 45 tahun, sisanya 22 persen berusia 45 tahun ke atas. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh nasabah untuk membuka tabungan emas, transaksi tabungan emas, pengajuan pembiayaan dan gadai pembayaran cicilan pembiayaan dan gadai, serta pembayaran lain-lain.

Kebanyakan nasabah menggunakan aplikasi ini untuk transaksi tebus (33,2 persen), topup tabungan emas (27,1 persen), buyback (15,58 persen), transaksi cicil (11,1 persen), dan buka rekening tabungan emas (7,4 persen).

Sebagai informasi, Pegadaian Syariah bisa mengintegrasikan tabungan emas nasabah untuk digadaikan, dijadikan kepingan emas fisik, menjadi jaminan pinjaman arrum haji dan arrum mikro, sampai mengakomodasi nasabah yang berniat melakukan umrah atau traveling halal.

"Tabungan emas ini bisa dimulai dari Rp10.000 untuk mengakomodasi para pelaku usaha mikro yang ingin menabung logam mulia. Nanti kalau sudah banyak bisa dikepingkan dalam bentuk fisik. Kalau berminat haji, sistemnya bisa akad dengan arrum haji, kemudian saldo kami lock, dan nasabah seketika mendapatkan porsi haji. Sistemnya sama buat pinjaman atau umrah," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: