Dorong UKM naik kelas, Astragraphia beri pendampingan unit pengolahan susu sapi

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Astra Graphia (Astragraphia) Tbk berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta melakukan bimbingan teknis kepada Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Upaya ini sebagai kontribusi sosial perusahaan melalui empat pilar, yaitu pilar kesehatan, pilar pendidikan, pilar lingkungan serta pilar kewirausahaan. "Kita berkolaborasi dengan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan dan Dinas Ketahanan Pangan ,Kelautan dan Pertanian . Kita memberikan pelatihan , pembinaan kepada pelaku UMK," ujar Chief of Corporate Secretary and Corporate Communications  PT Astragraphia TBK Melinda Pudjo dalam media brifing secara virtual di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Melinda menegaskan, pilar kewirausahaan menjadi pilar kontribusi sosial perusahaan terbaru yang lahir di tahun 2020. Memasuki tahun kedua pengimplementasiannya, Astragraphia meningkatkan manfaat dan memberikan nilai tambah kepada pelaku UMK.

Adapun pembinaan dalam sinergi ini dilakukan kepada UMK Sentra Susu Swadaya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur .Selama penyelenggaran Kelas Asik untuk Industri Kreatif (Kelas ASIK) sejak April 2021, peserta mendapatkan materi teknologi digital printing, aplikasi kreatif untuk kemasan/label dan jenis kertas yang dapat digunakan UMK sebagai kemasan , label maupun materi promosi lainnya.

Tidak cukup di situ, peserta juta dihubungkan dengan print shop rekanan Astragraphia yang terdekat dengan lokasi mereka melakukan uji coba pencetakan label atau kemasan yang diinginkan. "Selain memberikan pelatihan,konsultasi dan pencetakan label kemasan, Astragraphia juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana serta pemasaran baik online maupun online," terang dia.

Menurutnya, dibutuhkan komitmen bersama secara berkelanjutan agar Sentra Susu Swadaya Pondok Ranggon menjadi UMK yang lebih mandiri dan siap untuk bersaing. drh. Boethdy Angkasa, M.Si - Koordinator Substansi Pengolahan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian Republik Indonesia  mengatakan, UMK pengolahan hasil peternakan dalam negeri, dalam hal ini susu pasteurisasi, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemenang di pasar lokal, karena produk mereka berkualitas dan mampu bersaing.

"Kami terus memantau dan mendukung mereka melalui berbagai program pendampingan yang telah kami tetapkan, khususnya dalam pemenuhan standar keamanan dan mutu pangan, agar produk yang dihasilkan dapat diedarkan lebih luas sehingga usaha mereka semakin maju," kata Boethdy.

Namun, lanjutnya, hingga saat ini pihaknya juga melihat bahwa tampilan kemasan produk menjadi tantangan tersendiri yang perlu mereka kembangkan. "Kami sadar bahwa tampilan kemasan akan menjadi kesan pertama bagi calon pembeli, dan kami yakin kemasan yang menarik akan berdampak terhadap peningkatan penjualan produk UMK," ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah Astragraphia yang telah memberikan edukasi mengenai teknologi digital printing kepada UMK potensial yang di rekomendasikan, yaitu Sentra Susu Swadaya Pondok Ranggon.

"Kami yakin Kelas ASIK dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk melakukan inovasi kemasan, dengan tetap memperhatikan kaidah keamanan pangan dan regulasi terkait label pangan, sehingga dapat menjadi tambahan modal mereka untuk menjadi UMK yang naik kelas," ungkapnya.

Selama tahun 2021, Astragraphia menyelenggarakan Kelas ASIK berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintahan maupun swasta, seperti Kementerian Pertanian, Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah, Business & Export Development Organization, dan Inaproduct.

drh. Rismiati, M.S.E selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengatakan, unit Pengolahan Hasil Peternakan (UPH) Peternakan Sentra Susu Swadaya Pondok Ranggon merupakan UMK yang didampingi secara langsung dan kami dukung penuh untuk berkembang.

Rismiati mengatakan, UPH ini diresmikan pada tanggal 4 Desember 2019 yang bertujuan menampung dan mengolah susu sapi higienis di kawasan Sapi Perah Pondok Ranggon. Saat ini, sudah ada empat pengolah susu sapi yang sudah memiliki izin edar dari BPPOM.

"Kami melihat Astragraphia memiliki visi dan komitmen yang sama untuk mewujudkan UMK yang berdaya saing dan naik kelas. Kami memberi apresiasi kepada Astragraphia karena sudah menaruh perhatian yang lebih untuk membina Sentra Susu Swadaya Pondok Ranggon. Tidak hanya dalam menghasilkan kemasan yang lebih menarik, namun juga memberikan fasilitas sarana prasarana dan pemasaran yang tentunya akan berguna untuk mempromosikan produk mereka lebih luas lagi," katanya.

"Kami percaya Astragraphia, sebagai perusahaan yang kompeten dalam hal teknologi digital printing, mampu mendampingi mereka untuk berinovasi menciptakan kemasan yang lebih menarik. Tentunya kami berharap kolaborasi ini akan berjalan secara berkelanjutan hingga Sentra Susu UPH Swadaya Pondok Ranggon ini bisa mandiri dan menjangkau pasar yang jauh lebih besar lagi serta kedepannya, bisa menjadi kawasan AgroEduWisata Sapi Perah di DKI Jakarta," pungkasnya.

Tidak hanya memperluas komitmen dan kontribusi dalam pilar kewirausahaan, sepanjang tahun 2021, Astragraphia melalui pada pilar pendidikan, juga telah melahirkan SMK binaan dengan memberikan pelatihan kompetensi, beasiswa, dan penyelarasan kurikulum.

Pada pilar kesehatan, Astragraphia juga telah mewujudkan posyandu digital serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana posyandu. Selain itu, Astragraphia melalui pilar lingkungan, juga turut mengkampanyekan semangat kurangi plastik di internal dan eksternal, serta melakukan pengolahan limbah secara berkelanjutan.

Selama tahun 2021, Astragraphia menyelenggarakan Kelas ASIK berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintahan maupun swasta, seperti Kementerian Pertanian, Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah, Business & Export Development Organization, dan Inaproduct.

Tahun ini, Astragraphia telah menjangkau 446 UMK yang bergerak di bidang industri kreatif seperti fesyen, kuliner, dan kriya. Beberapa dari peserta Kelas ASIK yang fokus dalam subsektor kuliner, menjual produk pengolahan hasil peternakan, seperti susu pasteurisasi.kbc11

Bagikan artikel ini: