Tutup 2021, Kadin Jatim optimis kinerja tahun depan lebih baik

Senin, 27 Desember 2021 | 16:33 WIB ET
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penghujung tahun 2021 mengisyaratkan optimisme kepada pelaku usaha di Jawa Timur. Dengan mulai bergeraknya ekonomi Jatim secara stabil, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim menyakini pergerakan ekonomi di tahun depan akan jauh lebih baik.

"Beberapa variabel ekonomi sudah mulai bergerak ke arah normal. Bahkan pemerintah akhirnya memberikan kelonggaran pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2022. Ini artinya, ekonomi di tahun depan akan kembali melaju seperti sebelum pandemi. Saya sangat optimis tahun depan ekonomi Jatim akan bisa melaju pesat," ujar Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Senin (27/12/2021).

Optimisme pelaku usaha di Jatim ini semakin kuat dengan melihat komitmen pemerintah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat. Apalagi vaksinasi untuk anak usia 6 tahun -11 tahun juga sudah mulai dilaksanakan di pertengahan bulan Desember 2021. Dan sesuai rencana, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk Sekolah Dasar akan dimulai di bulan Januari 2022.

"Ini akan menjadi semacam stimulus bagi pengusaha untuk berpacu. ada banyak industri yang akhirnya akan bergerak lebih cepat ketika PTM mulai diberlakukan, salah satunya industri alas kali, industri garmen dan perdagangan, pariwisata dan lain sebagainya. Harapan kami stabilitas ekonomi ini akan bisa dipertahankan bersamaan dengan penerapan prokes di seluruh lini kegiatan masyarakat," katanya.

Dengan melihat variabel tersebut, Adik optimistis prediksi pertumbuhan ekonomi Jatim tahun depan pada kisaran 5,0% sampai dengan 5,8% (yoy) atau kembali ke pola normal pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19 akan bisa tercapai.

"Prediksi ini berdasarkan beberapa variabel yang ada karena sebenarnya fundamental ekonomi Jatim secara umum sangat kuat, baik di sektor pertanian dan perkebunan maupun sektor industri yang kemudian menjadikan Jatim sebagai lead export manufaktur," katanya.

Di sisi lain, Jatim juga sangat konsisten menguatkan posisinya sebagai Lumbung Pangan Nusantara (LPN) melalui berbagai peningkatan kinerja sejumlah komoditas, mulai dari produksi padi, jagung, tebu hingga berbagai komoditas perkebunan seperti kopi dan coklat. Selain itu optimalisasi digitalisasi ekonomi Jatim juga terus digenjot, diantaranya dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ekonomi syariah, dan pariwisata.

Kuatnya fundamental ekonomi ini juga bisa dilihat disaat ekonomi Jatim terhempas pandemi di tahun 2020-2021, dimana Jatim berhasil menjaga momentum kebangkitan ekonominya di tahun 2021 melalui inovasi dan sinergi kebijakan. Sehingga pada triwulan III 2021 ekonomi Jatim tetap mampu tumbuh positif sebesar 3,23 persen (yoy), lebih tinggi dari Jawa (3,03 persen, yoy).

"Agar momentum kebangkitan ekonomi di tahun depan bisa terjaga, Kadin Jatim memiliki komitmen kuat untuk terus bersinergi dengan pemerintah Provinsi Jatim, salah satunya dengan memacu kinerja UMKM, peningkatan SDM dan juga peningkatan jumlah enterpreneur di Jatim serta peningkatan investasi yang masuk Jatim melalui sejumlah program yang akan kami laksanakan tahun depan," terang Adik.

Untuk peningkatan kinerja UMKM, Kadin Jatim akan melanjutkan program pelatihan pendamping UMKM. Jika di tahun ini Kadin Jatim hanya bisa mencetak pendamping UMKM bersertifikasi sebanyak 50 pendamping saja, maka di tahun depan ditargetkan bisa mencetak sekitar 380 pendamping atau 10 pendamping di setiap kabupaten dan kota di seluruh Jatim.

"Tugas mereka melakukan pendampingan, mulai dari proses produksi, bagaimana memperoleh bahan baku yang baik,  manajemen, quality control hingga penasaran, baik offline maupun online. Pemasaran secara online untuk saat ini menjadi keniscayaan agar produk bisa dikenal lebih luas. Targetnya, setelah pendampingan selama 6 bulan omset UMKM ini harus bisa naik," katanya.

Selain itu, Kadin Jatim juga akan melatih kurator bersertifikat yang akan bertugas mengkurasi produk mereka. Apakah produk UMKM tersebut sudah layak ekspor, ataukah hanya bisa masuk ke pasar modern atau justru masih dalam tahapan diterima pasar tradisional. Untuk produk yang hanya bisa pasar tradisional akan dilakukan pendampingan oleh pendamping UMKM bersertifikat hingga bisa naik kelas.

"Dalam hal ini, kami bekerjasama dengan Bank Indonesia. Targetnya tahun depan kami akan mencetak sekitar 6 kurator bersertifikat di setiap kabupaten kota, sedangkan di tahun ini hanya sekitar 80 korator di seluruh Jatim. Harapannya, akan ada 1.000 produk lagi yang bisa dikurasi di tahun depan," ujar Adik.

Dari sisi pemasaran secara daring, awal tahun depan Kadin Jatim akan meluncurkan platform digital khusus untuk pemasaran internasional. "Kita mainkan UMKM, target kami melalui platform ini produk UMKM Jatim bisa masuk ke 20 negara. Setidaknya ada sekitar 1.500 UMKM yang akan terwadahi di platform ini, mulai dari UMKM yang bergerak dalam bisa makanan dan minuman, kria, fesyen, kosmetik dan lain sebagainya," tandasnya.

Dalam hal peningkatan jumlah enterpreneur atau wirausaha, Kadin Jatim bersama Bank Indonesia dan Universitas Ciputra akan mulai membuka program House of Enterpreneur. program ini bisa diikuti oleh siswa tamatan SMK, mahasiswa dan juga oleh ibu-ibu atau bapak-bapak yang akan memasuki usia pensiun.

"Mereka kita latih dari nol, harapannya mereka akan menjadi wirausahawan handal yang nantinya akan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. ini juga untuk meningkatkan jumlah enterpreneur di Indonesia yang masih sangat rendah, hanya sekitar 3 persen dari total jumlah penduduk, jauh lebih rendah dibanding negara tetangga. Padahal idealnya jumlah enterpreneur di satu negara mencapai 14 persen," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: