Menko Luhut gagas lockdown level mikro

Senin, 27 Desember 2021 | 18:47 WIB ET
Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kasus Covid 19 varian Omricon di Indonesia kian bertambah. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana untuk meningkatkan pembatasan ruang gerak masyarakat (lockdown) level mikro di Indonesia.

Lockdown skala kecil baru-baru ini dilakukan di Rumah Sakit Wisma Atlet dengan memberlakukan isolasi ketat selama sepekan usai menemukan kasus pertama Omricon.Menurut Luhut kebijakan lockdown level mikro akan mempertimbangkan perkembangan penyebaran Covid-19 varian Omicron dalam beberapa hari terakhir.

"Testing dan tracing akan membantu kita mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat dan mengisolasi penyebaran tersebut supaya tidak meluas. Melalui testing dan tracing yang kuat, langkah lockdown di level mikro, seperti yang dilakukan di Wisma Atlet, dapat kita implementasikan seandainya transmisi lokal varian Omicron sudah terdeteksi [di lingkungan masyarakat]," kata Luhut melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/12/2021).

Luhut mengatakan, capaian vaksinasi umum dan lansia di Jawa dan Bali juga terus meningkat sehingga lonjakan kasus Covid-19 akibat adanya varian Omicron diharapkan tidak terjadi. "Capaian vaksinasi dosis 1 dan 2 di Jawa Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80 persen dan 60 persen. Hasil sementara Serosurvei Nasional juga menunjukan tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi. Namun masih terdapat beberapa daerah Kabupaten/Kota dengan vaksinasi dosis 1 dibawah 50 persen. Pemerintah terus mendorong peran serta Pemerintah Daerah untuk terus memaksimalkan suntikan vaksin di wilayahnya," ujarnya.

Pemerintah juga meminta kepada seluruh daerah untuk memastikan kesiapan fasilitas RS dan isolasi terpusat dari sekarang untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, penegakan prokes dan penggunaan PeduliLindungi dalam masa Nataru juga harus terus ditingkatkan. Informasi yang diterima jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia tercatat ada sebanyak 46 orang.

Adapun, penduduk yang tertular Omicron sebagian besar merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri. "Hingga saat ini, per kemarin (Minggu) kasus Omicron telah mencapai 46 kasus dan hampir seluruhnya pelaku perjalanan luar negeri yang berasal dari berbagai negara," ujarnya.

Selain itu, ada 1-2 kasus Omicron yang berasal dari dalam negeri. Kasus yang dimaksud Luhut ialah seorang petugas kebersihan yang tertular di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta.

Luhut juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya yang bersifat liburan mengingat jumlah kasus Covid-19 varian baru Omicron terus bertambah. Menurutnya, penyebaran Omicron di dunia semakin meluas. Varian baru ini telah terdeteksi di 115 negara dunia dengan total mencapai lebih dari 184.000 kasus.

"Tempat wisata domestik tidak kalah cantik dengan yang di luar, jadi saya mohon untuk menunda dulu perjalanan ke luar negeri demi kita bersama," kata Luhut.

Luhut mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan di dalam negeri saja demi mencegah penularan varian Omicron serta meningkatkan akselerasi pemulihan ekonomi dalam negeri. Dia menilai prinsip kehati-hatian sangat penting dilakukan kendati data-data dari negara lain menunjukkan varian Omicron menyebabkan kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta.

"Berbagai langkah tegas pemerintah dalam mencegah masuknya varian Omicron mampu menjaga kasus Covid-19 pada tingkat yang rendah. Hingga saat ini masih belum terlihat tanda-tanda gelombang baru akibat varian Omicron," sebutnya.

Meski begitu, Luhut mengingatkan agar masyarakat tetap harus waspada. Monitoring perkembangan kasus Covid-19 dilakukan secara terus menerus hingga level kabupaten/kota dan penegakan protokol kesehatan tetap harus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Dia memastikan bahwa pemerintah akan terus memperkuat testing dan tracing untuk mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat.

Pasalnya, varian Omicron ini banyak yang teridentifikasi oang tanpa gejala atua OTG sehingga tracing menjadi kunci penting. "Pengetatan kegiatan masyarakat akan tetap dilakukan, ketika sudah melebihi threshold [ambang batas] tertentu dengan memerhatikan kasus harian, juga kasus perawatan rumah sakit dan kematian," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: