Pacu kinerja, ini strategi Mas Murni

Jum'at, 31 Desember 2021 | 06:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia selama hampir 2 tahun ini, sangat mempengaruhi  kinerja PT Mas Murni Indonesia, Tbk (MAMI).

Karena itu, perseroan mendorong peningkatan pendapatan, baik dari hotel maupun dari group usaha lainnya dengan berbagai strategi. 

“Efisiensi pasti, juga perseroan akan melakukan beberapa strategi guna meningkatkan pendapatan. Terbaru, adanya kerjasama dengan IDeA Indonesia International Development Academy, sebuah penyedia jasa pendidikan vokasi bidang perhotelan, kulineri, pastry – bakery, pariwisata dan ekonomi kreatif pada beberapa waktu yang lalu,” kata Djie Peterjanto Suharjono, Direktur PT Mas Murni Indonesia,Tbk, saat paparan publik, Rabu (29/12/2021).  

Selain itu, penerapan startegi pemasaran hotel beserta layanannya yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, melakukan inovasi produk dan layanan yang bervariasi, pemberian diskon kompetitif pada member

Untuk usaha properti, lanjut Peterjanto, diberikan bonus yang menarik pada masyarakat yang berminat membeli. Sedang pada usaha udang vaname, perseroan melakukan intensifikasi dari tambak serta akan menambah kurang lebih 20 petak tambak pada tahun 2022.

Dengan upaya tersebut, Peterjanto mengatakan perseroan optimis dapat meningkatkan kinerja pada tahun 2022. Apalagi dengan melandainya covid 19 dan tingginya capaian pemerintah dalam program vaksinasi serta program pemulihan ekonomi nasional. Di samping itu, pada akhir tahun ini pemerintah telah memberikan kelonggaran pembatasan aktivitas sehingga tingkat okupansi hotel bisa lebih meningkat, yang mana pendapatan dari bisnis jasa perhotelan dan pariwisata merupakan kontribusi utama perseroan. 

Hal itu ditandai dengan bulan Desember ini meningkat, kalau saat weekday okupansinya 40 - 50 persen, kalau weekend bisa 90 - 100 persen, tetapi memang tamu kebanyakan adalah family yang ingin staycation karena untuk tamu corporate atau pemerintahan sudah tidak ada di akhir tahun,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Peterjanto, Direktur MAMI, kinerja pendapatan unaudited perseroan hingga kuartal III tahun 2021 hanya mencapai Rp 35,03 Miliar, turun hampir 50% dibanding capaian tahun 2020 sebesar Rp 63,42 Miliar. Dan rugi bersih mencatatkan minus Rp 28 Miliar.

Bagikan artikel ini: