Usai telur dan minyak goreng, harga tempe juga ikut melambung

Rabu, 12 Januari 2022 | 14:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga sejumlah bahan pangan di pasar mengalami fluktuasi. Setelah harga telur dan minyak goreng, kini giliran harga tempe yang mengalami kenaikan.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengungkapkan kenaikan harga tahu tempe dipicu oleh harga kedelai di Amerika Serikat (AS).

"Saat ini harga komoditas kedelai sedang mengalami kenaikan, kalau dilihat saat Juli 2021 kemarin mencapai US$14 atau setara dengan Rp8.924 per kikogram landed price per bushel sementara harga bulan sebelumnya US$13 per bushel, ini kenaikan pelan tapi pasti," ujar Aip seperti dikutip, Selasa (11/1/2022).

Sehingga, kata Aip, jika harga kedelai di Indonesia dibanderol Rp10.000-10.500 per kilogram, itu masih batas wajar, karena harga tersebut sudah termasuk biaya transportasi.

Begitu pun dengan harga tempe kepada konsumen, akibat bahan bakunya merangkak naik, harga jual kini dibanderol di kisaran Rp14.000-16.000.

Terkait hal tersebut, Gakoptindo berharap, Kementerian Perdagangan untuk dapat mengekspos naiknya harga tempe ke masyarakat. Sehingga masyarakat dan pedagang tidak terkejut dengan perubahan harga yang terjadi.

"Kami minta tolong ke Kementerian Perdagangan untuk mengekspos ke masyarakat bahwa naiknya tempe ini wajar. Jadi masyarakat dan pedagang di pasar bisa ngerti kalo ini dinaikkan harganya," ungkapnya.

Dia pun memprediksi kenaikan harga ini juga dikarenakan menjelang perayaan hari raya imlek, di mana permintaan di China naik, yakni diproyeksikan tembus 90-100 juta ton.

"Estimasi saya ini karena mau Imlek. Jadi permintaan China itu yang bisanya 65 juta ton, nanti bisa sampai 90-100 juta ton," terangnya. kbc10

Bagikan artikel ini: