WHO minta masyarakat tak anggap Covid-19 seperti flu biasa

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: WHO memperingatkan agar Covid-19 jangan dulu diperlakukan seperti flu biasa, kendati Covid-19 varian omicron sudah menginfeksi lebih dari separuh warga Eropa.

Pada pekan pertama 2022, dilaporkan ada lebih dari 7 juta kasus baru Covid-19 di Eropa. Jumlah itu dua kali lipat dibanding dua pekan sebelumnya.

"Pada angka ini, Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen populasi di kawasan Eropa akan terinfeksi Covid-19 varian omicron dalam tempo 6-8 pekan ke depan," kata Hans Kluge, Direktur WHO untuk wilayah Eropa.

 

Menurut Kluge, 50 dari 53 negara di Eropa dan Asia Tengah telah mengalami lonjakan kasus Covid-19, yang sebagian besarnya adalah kasus omicron. Banyak bukti memperlihatkan omicron mempengaruhi bagian atas pernafasan sehingga hanya menyebabkan gejala ringan Covid-19, ketimbang varian lain.

Akan tetapi, WHO memperingatkan agar lebih banyak studi yang dilakukan untuk membuktikan hal ini.

Sebelumnya pada Senin (10/1/2022) Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan saat ini waktunya melacak bagaimana Covid-19 berevolusi menggunakan metode yang sama dengan flu karena angka kematian akibat Covid-19 sudah semakin menurun. Itu artinya, virus corona akan diperlakukan sebagai sebuah penyakit endemik, ketimbang pandemi sehingga setiap kasus tidak akan dicatat dan tidak melakukan tes virys corona pada semua orang.

Catherine Smallwood pejabat senior WHO bidang kedaruratan mengatakan status endemik membutuhkan sebuah transmisi yang stabil dan terprediksi.

"Kita masih punya ketidakpastian dan sebuah virus yang berkembang dengan cepat dan membuat diberlakukannya sejumlah tantangan baru. Kita jelas tidak pada titik untuk menyebutnya endemik. Itu mungkin akan menjadi endemik suatu saat nanti, namun memastikannya endemik pada 2022 itu sedikit sulit pada tahap ini," kata Smallwood. kbc10

Bagikan artikel ini: