Kemenperin fasilitasi sertifikasi SNI bagi perusahaan minyak goreng, nih syaratnya

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bakal memfasilitasi percepatan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi perusahaan atau industri minyak goreng sawit (MGS), yang menyediakan minyak goreng bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Pemerintah telah melaksanakan program distribusi minyak goreng kemasan sederhana sebanyak 11 juta liter melalui operasi pasar dan ritel modern yang dimulai sejak November 2021.

Program distribusi MGS kemasan sederhana ini didukung oleh industri MGS dan Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo).

"Untuk lebih mengoptimalkan program yang telah berjalan ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan minyak goreng bagi masyarakat dengan harga terjangkau sekitar Rp 14.000 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam siaran resminya, Selasa (11/1/2022).

Kemenperin menngungkapkan bahwa minyak goreng kemasan sederhana tersebut akan disediakan sebanyak 1,2 miliar liter selama jangka waktu 6 bulan, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk itu, Kemenperin mendorong para pelaku industri MGS bisa berkontribusi terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di masyarakat.

Lebih lanjut Putu menuturkan, ada sebanyak 70 industri MGS akan dilibatkan untuk menyediakan minyak goreng kemasan sederhana tersebut.

"Bagi industri MGS yang ingin terlibat dalam program pemerintah ini, Kemenperin akan merelaksasi SNI MGS secara wajib untuk industri MGS yang menggunakan merek MINYAKITA. Jadi, kalau perusahaan industri terdaftar dalam program penyediaan MGS dengan merek MINYAKITA, akan kami fasilitasi percepatan sertifikasi SNI-nya," katanya.

Guna melihat kesiapan sektor industri minyak goreng dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, Dirjen Industri Agro telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah produsen, antara lain PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) di Jakarta, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) di Bekasi, dan PT Multimas Nabati Asahan di Serang, Banten.

Menurut Putu, pihaknya juga sudah mendapatkan berbagai masukan dari pelaku industri agar implementasi kebijakan tersebut bisa berjalan baik sesuai sasarannya.

Selama ini, industri hilir minyak sawit turunan CPO dinilai telah mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

"Industri kelapa sawit telah menunjukkan progres hilirisasi yang sangat baik. Saat ini terdapat 168 ragam jenis produk hilir dari kelapa sawit, sementara pada tahun 2011 baru terdapat 54 jenis," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: