Kementerian ESDM pastikan uji jalan program B40 mulai Februari 2021

Senin, 17 Januari 2022 | 16:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan uji coba jalan kendaraan dengan bahan bakar Biodiesel 40% (B40) pada Februari 2022.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menuturkan, pihaknya sudah memiliki perhitungan spesifikasi yang diperlukan untuk implementasi B40 ini.

"Awal tahun ini, awal Februari kita akan memulai kegiatan uji jalan atau road tes pemanfaatan B40 ini," ujar Dadan dalam konferensi virtual, Senin (17/1/2022).

Untuk diketahui, Biodiesel 40% merupakan bahan bakar minyak (BBM) campuran di mana 40% minyak kelapa sawit dicampur 60% solar. Uji jalan ini nantinya akan didukung pihak-pihak terkait seperti Gaikindo, BPPT, Kemenperin, Aprobid dan lainnya.

Nantinya, uji jalan B40 ini akan memakan waktu hingga lima bulan mendatang. Pihaknya akan menunggu hasil dari uji jalan sebelum diimplementasikan  ke masyarakat luas.

"Untuk implementasi kita tunggu hasil dari road test ini. Kita siapkan juga sisi rekomendasi terkait dengan sisi produksi karena mesin utama pemanfaatan B40 ini harus diikuti peningkatan kualitas. Sama halnya waktu kita melakukan B20 dan B30. Jadi diperlukan waktu sampai 5 bulan ke depan untuk proses ini," terang Dadan.

Dadan berharap dengan adanya uji jalan ini  mendapatkan hasil yang baik bagi kendaraan, begitu juga adanya peningkatan kualitas dari BBM tersebut. "Berharap ini dari dua-duanya, peningkatan dari biodieselnya, dan peningkatan dari minyak solarnya," ucap dia.

Adapun untuk tahun 2021 lalu, implementasi B30 telah mencapai 9,3 juta kilo liter (KL). Capaian ini, hampir mencapai target pemerintah yang sebesar 9,4 juta kilo liter. Sedangkan, untuk penyaluran B30 pada tahun 2022 ditargetkan sebesar 10,1 juta KL.

Sementara itu, di tahun 2021, pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) menyentuh angka 68,5 juta ton CO2 dari target 67 juta ton. Angka ini setara dengan 104% dari target. "Lalu untuk tahun ini, pengurangan emisi GRK targetnya 91 juta ton CO2 ekuivalen," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: