Ibu kota baru bakal pakai nama Nusantara, ini alasannya

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim). Pusat pemerintahan baru itu akan bernama Nusantara dan sudah mendapat persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya baru mendapatkan konfirmasi dan perintah langsung dari Bapak Presiden pada Jumat (14/1/2022) dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat kerja bersama Pansus IKN, Senin (17/1/2022).

Nusantara dipilih lantaran sudah dikenal sejak lama dan ikonik secara Internasional. Selain itu, nama itu disebut mudah menggambarkan Republik Indonesia.

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di Internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," ujarnya.

Suharso menjelaskan, arti Nusantara merupakan konseptualisasi atas wilayah geografi suatu negara di mana konstituennya merepresentasikan kemajemukan budaya dan merupakan konsep kesatuan yang mengungkapkan realitas Indonesia.

"Nusantara itu sebuah konseptualisasi atas wilayah geografi sebuah negara di mana konstituennya adalah pulau-pulau yang disatukan oleh lautan. Di situ terungkap sebuah pengakuan kemajemukan geografis yang melandasi kemajemukan budaya etnis dan seterusnya," kata Suharso.

Untuk diketahui, nama Nusantara mendapat berbagai masukan dari para anggota Pansus DPR RI. Delapan fraksi yakni PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PAN, PPP, dan PKB setuju, sedangkan satu fraksi yakni PKS memilih untuk menundanya sampai menunggu penjelasan komprehensif secara tertulis dari pemerintah.

"Catatan kami 8 fraksi setuju, satu fraksi setuju dengan catatan artinya pending menunggu penjelasan komprehensif pemerintah yang terdokumentasikan dan ahli bahasa serta bagian yang akan dimasukkan dalam penjelasan undang-undang ini," kata Wakil Ketua Pansus RUU IKN Fraksi PDIP, Junimart Girsang.

Sebelum akhirnya Nusantara dipilih Jokowi untuk nama IKN baru, ada 80-an nama lain yang telah diusulkan Suharso setelah konsultasi dengan para ahli bahasa. Usulan nama itu mulai dari Nusantara Jaya hingga Nusa Karya.

"Kami panggil para ahli bahasa, ahli sejarah, kemudian mereka yang punya otoritas untuk memberikan knowledge kepada kami. Para pakar itu memilih kata-kata yang paling tepat dan ini begitu besar sekali di antaranya Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Wanapura, Cakrawalapura, Kertanegara," tuturnya.

"Ada sekitar 80-an lebih (yang diusulkan), tetapi kemudian akhirnya dipilih kata Nusantara, tanpa kata Jaya," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: