Erick Thohir ajak startup kolaborasi dengan BUMN, begini caranya

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:41 WIB ET
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

JAKARTA, kabarbisnia.com: Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggelar acara bertajuk BUMN Day. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi perusahaan rintisan atau startup bisa berkolaborasi dengan perusahaan pelat merah.

Melalui acara ini, Menteri Erick berharap bisa terjadi kerja sama dan pertukaran ide dari para pelaku startup yang dibentuk anak muda dengan BUMN. Sehingga akhirnya akan memperkuat ekosistem digital di tanah air.

"Kembali ekosistem ini yang kita harapkan kenapa nant 6 bulan lagi akan diselenggarakan BUMN day untuk startup," katanya dalam Instagram Live bersama Najwa Shihab, Senin (17/1/2022).

Dia menyebut, ini akan berbeda dengan Merah Putih Fund yang pada akhir tahun lalu telah diluncurkannya.

"Gimana ekosistem yang ada di BUMN dan dalam BUMN harus kerja sama dengan startup dan anak muda, yang kita harapkan, terlepas dari merah putih fund, kalau itu kita investasi founder indo, beroperasi indonesia, kantor bisa dilihat, dan dia harus komit besarkan go publik di indonesia," terangnya.

"Jadi kenapa sejak awal challenge ini tak mudah tapi ini momentum ada, kita harus ambil," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Erick mengatakan bakal memfokuskan pengembangan bisnis rintisan dengan basis digital melalui dorongan pembiayaan yang disediakan. Langkah ini akan digarap melalui Merah Putih Fund yang akan mendanai sejumlah startup menuju status Unicorn.

"Digital ini kan harus lebih lebar, harus, tidak bisa hanya BUMN berpikir sektoral karena itu saya lihat bahwa kekuatan kita apasih di BUMN, kembali di korporasi, maka kita fokus di pendanaannya," katanya.

Pendanaan akan memfokuskan pada startup dengan status soonicorn yang memiliki potensi namun minim dari segi pendanaan. Maka, Merah Putih Fund akan masuk sebagai investor pendanaan bagi startup tersebut.

"Pendanaannya (Merah Putih Fund) pun kita fokus ke soonicorn yang valuasinya 200 belum jadi unicorn, karena itu yang banyak ini akhirnya punya potensi tetapi juga kalau tidak difunding, dia bsa tak jadi potensi, dan juga padahal si soonicorn ini step awal menuju unicorn," katanya.

Erick Thohir mengungkap ada tiga hal yang setidaknya harus dimiliki oleh anak muda di Indonesia. Tujuannya, untuk bisa bertahan di masa perubahan yang signifikan seperti saat ini.

"Pertama, adaptasi, karena ini yang paling sulit, kedua, kita harus juga mengerti perubahan teknologi, kita lihat lah perubahan handphone aja, dari BB ke titik-titik, lalu ke titik-titik, sekarang sudah ada titik-titik, ini juga di dalam perubahan itu bukan hanya ininya (tampilan) yang kita lihat, tapi behind that ada faktor inovasi dan teknologi," terangnya.

Menteri Erick khawatir, dengan ada potensi sebanyak 17,5 juta generasi digital yang dibutuhkan industri pada 2034 nanti, ternyata generasi muda saat ini tak bisa mejadi digital savvy atau generasi yang melek digital.

"Dan belajar teknologi itu gak cuma di classroom, tapi internet, digital segala, tak harus susah-susah untuk masuk ke training yang ini, in yang jadi (syarat), satu adaptasi dan kedua ngerti teknologi," katanya.

Kemudian, poin ketiga, anak muda perlu memiliki kemampuan analytical. Arinya, ia harus mampu mengambil segala keputusan berdasarkan hasil analisis sehingga bisa terarah dan tepat.

"Jadi sekarang tak bisa pakai feelinf, semua harus berdasarkan data fakta, ini saya terus terang saya berharap generasi muda kita itu mesti menggalinya disana itu. Di tiga hal itu saya harap generasi muda itu bisa," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: