Kementerian ESDM: PNBP sektor migas sepanjang 2021 capai Rp103,19 triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Migas ESDM) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor migas sepanjang 2021 mencapai Rp 103,19 triliun. Capaian tersebut terdiri atas PNBP SDA migas sebesar Rp 97,98 triliun (tumbuh 130 %) dan PNBP lainnya (DMO minyak) sebesar Rp 5,21 triliun.

"Peningkatan PNBP ini disebabkan adanya kenaikan nilai ICP (Indonesia Crude Price), dan terjadinya stabilitas harga minyak dunia," kata Dirjen Migas Tutuka Ariadji dalam konferensi pers virtual ,Rabu,(19/1/2021).

Tutuka mengungkapkan, realisasi lifting migas 2021 yang juga masuk dalam penerimaan negara. Realisasi lifting minyak mencapai 647,89 MBOPD atau 91,89% dari target sebesar 705 MBOPD. Sementara itu, lifting gas bumi mencapai 981,98 MBOEPD atau 97,51% dari target sebesar 1.007 MBOPD. "ICP rata-rata USD68,47 per barel, atau 161% dari harga sebelumnya (target US$45 per barel)," terang dia.

Tutuka menjelaskan tidak tercapainya target lifting disebabkan oleh rendahnya posisi awal (low entry point) pada awal 2021, shutdown yang tidak terencana hingga tertundanya lapangan yang onstream di beberapa proyek. "Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas, di antaranya optimasi fungsi pada lapangan existing, percepatan transformasi sumber daya untuk produksi dengan mempercepat POD lapangan baru dan rencana lapangan-lapangan yang tertunda," katanya.

Pemerintah, lanjut Tutuka, juga akan mengoptimalkan pemberian insentif dan memonetisasi penemuan yang belum dikembangkan. Pemerintah akan menerapkan enhanced recovery di lapangan yang berpotensi serta meningkatkan eksplorasi. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat proses perizinan dan mempercepat penyelesaian masalah operasional di lapangan.

Adapun pada 2022 target lifting migas ditetapkan sebesar 705 MBOPD untuk minyak dan 1.036 MBOEPD untuk gas. Sedangkan ICP diproyeksikan rata-rata US$63 per barel. Sementara itu, realisasi investasi migas pada 2021 mencapai US$15,9 miliar atau sebesar 94,58% dari target US$16,81 miliar. "Ada beberapa hambatan dalam pencapaian investasi migas, di antaranya berupa investasi hilir, khususnya pada kilang RDMP dan GRR Tuban terkait investasi," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: