BKPM klaim realisasi investasi tahun 2021 penuhi target

Jum'at, 28 Januari 2022 | 07:12 WIB ET
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, pihaknya berhasil memenuhi target investasi yang diberikan Presiden sepanjang 2021 sebesar Rp 900 triliun. Rasio realisasi investasi tahun lalu berhasil menyentuh 100,1%.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebutkan Indonesia berhasil mencapai target realisasi investasi langsung sepanjang tahun lalu. Secara akumulatif, BKPM mencatat, investasi selama tahun lalu berhasil mencapai Rp 901 triliun (ytd), dengan pertumbuhan sekitar 9% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

"Artinya melampaui target dan perintah presiden di Rp900 triliun. Alhamdulillah saya berterima kasih ke semua pihak yang telah bekerja keras (menjalankan) program," kata Bahlil  dalam konferseni pers virtual, Jakarta, Kamis (27/1/2021).

Bahlil pun mengakui, pemenuhan realisasi investasi di 2021 tidak mudah. Pihaknya, bahkan mesti menempuh strategi di luar kelaziman.Spesifik, realisasi investasi sebanyak itu terdiri dari investasi asing atau PMA sebanyak Rp 454 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 10% (yoy). Sedangkan, investasi domestik atau PMDN berhasil mencapai Rp 447 triliun, atau bertumbuh 8,1% (yoy).

Pemerintah, Bahlil sebut, cukup impresif dengan realisasi investasi 2021 yang berhasil menyerap tenaga kerja langsung dari dalam negeri mencapai 1,2 juta orang. Jumlah ini berhasil naik dari tahun sebelumnya yang hanya bisa menyerap 1,15 juta orang. "Ini baru tenaga kerja langsung, dalam teori ekonomi biasanya bisa mencapai 3-4 kali lipat (jumlah). Jadi, kalau begitu bisa mencapai 4-5 juta orang (potensi)," kata dia.

Bahlil juga menyebut, kontribusi modal asing kepada realisasi investasi di 2021 sebesar 50,4% merupakan sentimen positif investor terhadap kebijakan pemerintah. Pasalnya, UU Cipta Kerja berhasil menjadi daya tarik pengusaha asing untuk mendaratkan dananya di Tanah Air.

Untuk itu, dirinya ingin membuktikan kepada seluruh pihak bahwa kebijakan yang sudah dibentuk pemerintah mulai menujukkan hasil positif. Dirinya pun meminta agar semua pihak menjaga tren positif ini bisa tetap berlanjut di 2022. "Kalau tren ini mampu bertahan di 2022, InsyaAllah Indonesia akan masuk ke pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan pendapatan perkapita juga akan bergeser (naik)," sebutnya.

Kemeninves/BKPM mencatatkan di 2021 persebaran investasi dominan tersebar di luar pulau Jawa dengan persentase 52% atau sekitar Rp 468,2 triliun. Sedangkan, investasi di pulau Jawa berkontribusi 42% atau Rp432,8 triliun. "Perbedaan ini sudah semakin agak jauh (membaik). Kewajiban kita harus mendorong pemerataan (realisasi investasi), sebagai perintah langsung presiden," kata Bahlil.

Adapun, lima sektor utama investasi 2021 dominan berada di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan (Rp 117,5 triliun); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp 117,4 triliun); transportasi, gudang telekomunikasi (Rp 107,4 triliun); listrik, gas dan air (Rp 81,6 triliun); serta pertambangan (Rp 81,2 triliun).

Lokasi tujuan investasi terbesar ada di Jabar (Rp 136,1 triliun); DKI Jakarta (Rp 103,7 triliun); Jatim (Rp 79,5 triliun); Banten (Rp 58 triliun); dan Riau (Rp 53 triliun). Dengan negara asal PMA utama, yakni Singapura (US$ 9,4 miliar); Hong Kong (US$ 4,6 miliar); China (US$ 3,2 miliar); Amerika Serikat (US$ 2,5 miliar); dan Jepang (US$ 2,3 miliar). kbc11

Bagikan artikel ini: