Sun Paper Source sebut permintaan tisu hampir pulih 100%

Rabu, 2 Februari 2022 | 04:35 WIB ET

Surabaya - Aktivitas Dine-in di kafe dan restaurant yang semakin aktif seiring dengan tingkat kepercayaan diri masyarakat terhadap Covid-19. Vaksin yang hampir menyeluruh dan ketaatan pada prokes membuat sektor Hotel, Kafe dan Restaurant kembali bergairah di kuartal IV-2021. Bahkan menurut Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim kinerja Desember 2021 hampir menyamai Desember 2019 sebelum Covid. “Sekitar 90 persen,” ungkap Tjahjono Haryono, Ketua Apkrindo Jatim seperti dikutip beberapa media dalam wawancara 10 Januari 2022 lalu. 

 

Sejalan peningkatan kinerja Kafe dan Restoran, industri pendukungnya juga terkerek naik. Salah satunya tisu, yang selalu ada di meja makan, tempat cuci tangan maupun di toilet. Produsen tisu Sun Paper Source menyebutkan peningkatan signifikan pada quarter IV di sektor tisu away from home (AFH). Sun Paper Source memiliki tisu brand Pulpies untuk melayani sektor Away From Home (AFH) seperti hotel, kafe, restaurant, mall, perkantoran dan tempat-tempat publik lainnya.

Direktur Utama PT Sun Paper Source Ventje Hermanto mengatakan tren sektor AFH menunjukkan tren membaik selama 2021. Selain faktor distributor yang bertambah, faktor pengendalian Covid-19 dan PPKM sangat berdampak. “Jika dibandingkan 2020 dengan 2021, sektor AFH meningkat 77%. Trennya terus membaik menuju angka normal sebelum pandemi,” ungkapnya. Bahkan, kuater empat 2021 mencapai rekor kenaikan.

Peningkatan tonase permintaan sektor AFH ini ini disambut Sun Paper Source dengan menggandeng UKM untuk membuat tissue dispenser. Pembuatan dispenser ini merupakan program untuk hotel yang setia menggunakan tisu Pulpies. Jika sebelumnya memesan dispenser pabrikan, kali ini Sun Paper Source memilih untuk memesan di UKM. “Kami ingin teman-teman UKM juga ikut semangat dengan roda ekonomi yang berputarnya mulai kencang ini,” ujar Ventje.  

Lebih lanjut, National Chief Operating Officer (COO) Sun Paper Source William Yaury mengatakan pertumbuhannya mencapai 100% dibanding kuarter sebelumnya (Q3-2021) yang menurun karena PPKM level 3. “Jenis tisu towel dan compact interfold yang paling banyak diminati sektor AFH, jenis tisu ini paling banyak digunakan Kafe dan Restaurant. Prosentasenya paling tinggi di antara yang lain seperti napkin tissue, facial tissue maupun toilet roll yang biasa digunakan hotel,” jelas COO yang menangani tisu finished good untuk pasar Indonesia ini. Meski tak setinggi permintaan tisu untuk kafe dan resto, sektor hotel juga menunjukkan pertumbuhan. 

Ini disokong sektor pariwisata yang paling terdampak pandemi pelan-pelan mulai bangkit. Bisnis hotel pun mendapat angin segar dilihat dari average occupancy rate (AOR)-nya yang naik signifikan. Dari data BPS yang rilis Januari 2022, rata-rata occupancy rate bulan Oktober-November 2021 mencapai 45-47%.  Lembaga survey Colliers International Indonesia menyebutkan wisata Indonesia Q4-2021 membaik meski belum sebaik tahun 2019 sebelum Covid-19 melanda2.

Kinerja bagus kuarter empat memang disokong oleh momentum libur Natal dan Tahun Baru, namun William yakin ini bukan momentum sesaat. Justru prediksi bagus untuk kinerja di tahun 2022 apabila kasus Covid-19 masih terkendali. Di bulan Januari 2022 yang sudah dibayangi Omicron saja, permintaan tidak menurun, cenderung stabil di angka yang sama dengan Desember 2021. 

Di bulan Februari, permintaan tisu untuk AFH diprediksi semakin meningkat karena ada momen yang dapat mendongkrak aktivitas masyarakat di sana. “Ada momentum imlek dan valentine. Sekarang juga sudah mulai banyak even yang diselenggarakan di mall,” jelasnya. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya higienitas juga menjadi faktor naiknya permintaan tisu. Di tempat publik orang mengindari memegang fasilitas umum secara langsung, misalnya gagang pintu, tombol lift dan sebagainya. Alat bantu yang digunakan untuk memegang biasanya adalah tisu. Mereka juga lebih sadar membersihkan dudukan toilet dengan tisu. Juga saat sering cuci tangan dan mengeringkannya dengan tisu.

Bagikan artikel ini: