Bidik penjualan tumbuh dua digit di 2022, ini strategi Siantar Top

Kamis, 3 Februari 2022 | 16:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah masih meluasnya penyebaran Covid-19, industri makanan ringan optimistis masih memggapai kinerja positif. PT Siantar Top Tbk misalnya, bahkan menargetkan penjualan di tahun 2022 bisa tumbuh dua digit dibanding tahun lalu.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Agus Suhartanto mengatakan, pihaknya tetap menjaga agar dalam suasana pandemi, perseroan masih mampu menjaga kinerja positif. Salah satunya dengan merilis produk baru untuk menambah varian produk yang sudah ada.

"Sekarang kondisinya memang krusial karena pandemi. Tapi kami tetap optimis bisa tumbuh double digit. Kami akan rilis beberapa produk baru. Tahun ini kami juga akan tambah kapasitas produksi dengan capex (belanja modal) sekitar Rp 350 miliar," kata Agus Suhartanto di sela RUPSLB perseroan di Surabaya Kamis (3/2/2022).

Hanya saja, pihaknya belum berani menjelaskan detail tentang produk baru tersebut. Sebab pihaknya harus menyiapkan secara matang termasuk ketersediaan bahan baku yang diperlukan. Sebab saat ini beberapa bahan baku yang dibutuhkan harganya semakin melambung.

Dia menggambarkan, beberapa bahan baku utama seperti terigu yang harganya dua tahun terakhir ini sudah naik 20 persen. Demikian juga gula harganya naik 15 persen dan cenderung naik terus. Sementara minyak goreng kenaikan harganya bahkan sudah sekitar 100 persen.

Kenaikan harga bahan baku tersebut akan berimbas signifikan pada kinerja perseroan ke depan. Sebab hal itu akan mempengaruhi margin perusahaaan. Sebab itu, ke depan strateginya adalah secara perlahan menaikan level produk ke segmen menengah.

"Bahan baku tersedia namun harganya naik signifikan. Ini susahnya. Mungkin penjualan akan tetap naik tapi marginnya turun," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbanyak depo agar distribusi produk ke konsumen semakin cepat terutama di kawasan Indonesia Tmur. Hal ini juga untuk mengantisipasi market domestik yang pertumbuhannya cukup signifikan meskipun ada pandemi.

"Sekarang yang penting menjaga supply sebaik mungkin sambil mencari peluang pasar baru. Kami ingin konsumen mendapatkan produk yang diinginkan. Depo harus merata dan penuh isinya," ujar Agus.

Terkait pasar ekspor, saat ini pihaknya menjaga pasar yang sudah ada. Karena peraingannya sekarang juga semakin berat. Sebab banyak negara yang mengurangi impor dan berupaya memberdayakan produk di dalam negerinya, akibat pandemi Covid-19.

Namun begitu, pihaknya terus mencoba mencari terobosan untuk bisa masuk di pasar ekspor baru. Saat ini beberapa negara tujuan ekspor emiten berkode STTP ini diantaranya adalah China, Korea, Taiwan, Vietnam, negara Timur Tengah, Australia dan Afrika.

"Setiap tahun pasar ekspor tetap tumbuh. Karena itu pasar existing tetap kami maintenance sambil terus mencari pasar baru. Saat ini kontribusi pasar ekspor masih 10 persen dari total sales kami. Sisanya dari pasar domestik," jelas Agus Suhartanto. kbc7

Bagikan artikel ini: