Kadin: Satu Data Jatim mudahkan investor lakukan pemetaan

Kamis, 3 Februari 2022 | 19:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto menegaskan bawa program pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mengintegrasikan seluruh data dalam  dashboard "Satu Data Jatim" akan memudahkan investor melakukan pemetaan dan menentukan langkah bisnisnya.

"Program Satu Data Jatim sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami sangat mendukung  karena penggunaan Satu Data akan sangat mudahkan masyarakat, khususnya pengusaha Jatim yang ada di dalam negeri maupun pengusaha luar negeri," ujar Adik saat acara Kopilaborasi dengan tema "Integrasi dan Digitalisasi Data Menuju Satu Data Jawa Timur" di Surabaya, Kamis (3/2/2022).

Saat ini, data yang dimiliki pemerintah provinsi Jawa Timur masih tercecer di setiap dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga ketika pengusaha membutuhkannya, maka mereka harus mengunjungi satu per satu situs dinas tersebut. Dengan adanya dashboard Satu Data Jatim, pengusaha bisa mengakses big data tersebut di satu pintu.

"Satu Data Jatim ini juga sangat membantu investor dalam memutuskan langkah mereka. Misalnya untuk data pertanian, saat pengusaha mengakses di dashboard Satu Data Jatim, maka semua data yang dibutuhkan dengan mudah akan ditemukan, tentang lahan, berada diketinggian berapa, kandungan tanahnya apa, semuanya langsung bisa diketahui sehingga investor yang akan berinvestasi  tahu apa yang dibutuhkan, jenis tanam dan pupuk apa yang harus digunakan. ini sangat mempermudah," ungkapnya panjang lebar.

Dukungan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Dinas Kominfo Jatim dengan Kadin Jatim tentang integrasi data yang dimiliki Kadin Jatim dalam Satu Data Jatim. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir Kadin Jatim melalui Kadin Institute secara konsisten melakukan patihan dan uji kompetensi teknis untuk tenaga kerja di seluruh Jatim. Data tersebut sudah terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Nantinya, data tersebut akan disinergikan dengan dashboard "Satu Data Jatim".

"Kami memiliki data tenaga kerja yang berkompeten, yang telah tersertifikasi. Karena pengusaha yang ingin berinvestasi pasti membutuhkan data SDM dalam sebuah daerah untuk mengetahui tingkat kompetensi dan produktifitas tenaga kerja yang ada," ungkap Adik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Gubernur Jatim telah menerbitkan Pergub 81/2020 tentang satu data Provinsi Jatim. Ini sejalan dengan Perpres 39/2019 tentang satu data Indonesia. Tujuannya agar data itu jelas.

"Karena kadang kalau kita minta data ke kantor A, kemudian minta ke kantor B, datanya tidak sama, yang mana yang akurat. Maka dengan adanya data tersebut dikelola menjadi satu, akan menjadi data yang akurat," kata Emil.

Namun tantangan untuk menyukseskan program tersebut adalah kemauan OPD lain untuk menaruh data yang mereka miliki dalam satu data. Bagaimana OPD mulai mengintegrasikan datanya dengan Kominfo dalam format satu data, dalam data wear house atau gudangnya data.

"Sedangkan kita tahu, kedepan pemerintah akan bnyk gunakan teknologi, akan lebih banyak gunakan artifisial inteligen dan kecerdasan buatan itu. bensinnya, makannya kecerdasan buatan itu adalah data. Kecerdasan buatan itu akan bisa efektif ketika terintegrasi dengan pengelolaan data. Data itulah yang bisa menghidupkan sistem tersebut," katanya.

Untuk melakukan percepatan, Pemprov Jatim juga telah mengganti program East Java Investment Super Corridor dengan program East Java Information Super Corridor. "Dan data ini juga bermanfaat untuk Kadin guna mudahkan pengusaha berinvestasi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Jatim Hudiyono mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19, Dinas Kominfo di tingkat Kabupaten dan  Kota telah melakukan percepatan digitalisasi dan transformasi data untuk mempermudah layanan kepada masyarakat.

"Data tentang kesehatan misalnya, semua sudah terkoneksi dan bisa diakses dengan mudah. Sehingga ketika masyarakat ingin mengetahui data pasien covid-19 atau lainnya bisa langsung mengakses di satu dashboard," ujarnya.

Dia berharap, kerjasama dengan Kadin Jatim juga akan membuka akses masyarakat untuk data ekonomi, khususnya tentang tenaga kerja dan investasi.kbc6

Bagikan artikel ini: