PPKM level 3 di Jawa Bali dinilai akan ganggu ekonomi RI hingga April 2022

Rabu, 9 Februari 2022 | 08:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonom sekaligus Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai, kebijakan PPKM level 3 di Jawa Bali akibat penyebaran Covid-19 varian Omicron akan mempengaruhi perekonomian.

Dengan adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat semakin diperketat, ia menganggap konsumsi dan investasi akan terdampak negatif.

"Confidence masyarakat khususnya kelompok menengah atas yang saat ini belum sepenuhnya pulih akan kembali turun. Pertumbuhan konsumsi dan investasi akan terbatasi yamg pada akhirnya mengerem pertumbuhan ekonomi," kata Piter seperti dikutip, Selasa (8/2/2022).

Dia berharap kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron yang mengakibatkan PPKM level 3 hanya berlangsung singkat, maksimum dua bulan.

"Februari puncak, Maret mereda. April sudah kembali landai dan perekonomian bisa bangkit," ujar Piter.

Dengan demikian, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2022 akan lebih landai dibandingkan triwulan IV/2021. Namun harapannya akan kembali meningkat pada kuartal II/2022 mendatang.

"Pada triwulan I/2021 pertumbuhan ekonomi diperkirakan di sekitar 3-4 persen, dan akan membaik di kisaran 4-5 persen pada triwulan kedua. Secara keseluruhan, tahun 2022 akan berada di kisaran 4,5-5,5 persen," bebernya.

Untuk membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi, Piter mengingatkan, pemerintah harus menyeimbangkan antara penanggulangan pandemi dan pemberian ruang gerak bagi ekonomi. "Misal PPKM diperketat, tapi tetap diberikan ruang untuk aktivitas ekonomi," imbuh Piter. kbc10

Bagikan artikel ini: