Jokowi sumringah ekspor Indonesia 2021 tertinggi sepanjang sejarah

Kamis, 10 Februari 2022 | 15:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku senang atas kinerja ekspor di sepanjang 2021 lalu. Presiden Jokowi menyebut, realisasi ekspor tahun lalu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

"Ekspor kita meningkat sangat tinggi di tahun 2021, tumbuh 41,9 persen dengan nilai US$232 miliar. Tertinggi sepanjang sejarah, di mana salah satunya didorong oleh industrialisasi, hilirisasi, besi dan baja," ujarnya dalam Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Selain ekspor, kinerja impor Indonesia juga mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 38,6 persen. Presiden Jokowi menilai, pertumbuhan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan aktivitas ekonomi domestik.

"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga kembali pada tingkat yang optimis sebesar 118,3 pada Desember 2021. Sehingga, mendorong belanja masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi di masa sebelum pandemi, sebagaimana ditunjukkan oleh indeks belanja yang disusun oleh mandiri sekuritas," imbuhnya.

Presiden Jokowi menambahkan, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia mampu mengalahkan PMI Asia di periode Januari 2022. Tercatat PMI manufaktur Indonesia berada di level 53,7.

"Kita bersyukur saat ini beberapa indikator ekonomi menunjukkan tren yang semakin baik. PMI index manufaktur per Januari 2022 berada di level 53,7 pada zona ekspansi. Dan lebih tinggi dari PMI Asia di level 52,7," ucapnya.

Selanjutnya, kinerja investasi juga mampu melewati target yang ditetapkan. Presiden Jokowi menyebut, investasi mampu tumbuh 9 persen di 2021 lalu. "Di mana pada tahun 2021 realisasi investasi mencapai Rp 901 triliun atau tumbuh 9 persen secara year on year," terangnya.

Presiden Jokowi meminta, momentum pemulihan ekonomi ini harus dijaga dengan baik. Antara lain dengan mendukung pemerintah dalam upaya reformasi struktural untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

"Reformasi struktural menjadi kunci kita mengharapkan kebijakan ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah memacu produktivitas, meningkatkan investasi serta membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: