Transaksi digital banking diprediksi melesat di 2022, ini pendorongnya

Senin, 14 Februari 2022 | 08:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring diprediksi terus bertumbuh, seiring dengan masih adanya pandemi Covid-19. Atas fenomena ini, perbankan terus memperluas dan mempermudah sistem pembayaran digital, serta akselerasi layanan digital banking.

Hal ini membuat transaksi pembayaran dan keuangan digital semakin berkembang. Regulator dan bankir semakin optimis transaksi ini akan terus bertumbuh hingga akhir tahun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pada Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 66,65% yoy mencapai Rp34,6 triliun. Nilai transaksi digital banking meningkat 62,82% (yoy) menjadi Rp 4.314,3 triliun.

Bank sentral memproyeksikan uang elektronik meningkat 17,13% (yoy) hingga mencapai Rp 357,7 triliun untuk tahun 2022. Selain itu, bank sentral memproyeksikan transaksi digital banking tumbuh 24,83% (yoy) mencapai Rp49.733,8 triliun untuk tahun 2022.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi menyatakan, pada volume transaksi pada Livin by Mandiri telah mencapai lebih dari Rp 150 triliun atau tumbuh  hampir 30% secara yoy pada Januari 2022. Ini terjadi seiring pertumbuhan frekuensi transaksi finansial yang cukup signifikan lebih dari 40% secara yoy atau lebih dari 100 juta kali.

"Dominasi transaksi finansial yang dilakukan oleh nasabah mayoritas adalah transfer serta purchase & payment. Pertumbuhan frekuensi transaksi di 2022 diharapkan dapat tumbuh sebesar 30%," kata Thomas, akhir pekan lalu.

Lanjutnya, peningkatan volume dan frekuensi transaksi tidak lepas dari peningkatan jumlah pengguna yang teregistrasi pada layanan Livin by Mandiri yang tumbuh sangat signifikan 50% secara yoy. Dengan shifting behaviour nasabah  ke digital, Bank Mandiri terus berkomitmen untuk selalu bisa memenuhi kebutuhan pelanggan nya melalui promo-promo menarik agar Livin by Mandiri dapat memenuhi kebutuhan penggunaan harian nasabah.

"Promo menarik diantaranya adalah program Undian Livin to the Max dengan hadiah 100 BMW & 1.000 Vespa dan NMAX periode hingga 3 Juni 2022 yang diundi setiap minggunya untuk nasabah baru maupun nasabah lama pengguna Livin by Mandiri," ujar dia.

Asal tahu saja, Sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu, aplikasi Livin by Mandiri telah diunduh sebanyak lebih dari 7,5 juta kali dengan total pengguna menembus 10 juta nasabah dan melayani lebih dari 1,5 miliar transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.630 triliun.

Direktur Operation, IT and Digital Banking Bank BTN, Andi Nirwoto menyadari bahwa potensi transaksi perbankan digital pada tahun ini masih sangat besar mengingat kondisi pandemi yang masih belum usai. Selain itu shifting perilaku masyarakat Indonesia terutama generasi milenial yang lebih dominan bertransaksi secara digital untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka menjadi salah satu pertimbangan utama yang akan mendukung peningkatan transaksi digital pada tahun ini.

"Hal ini dapat terlihat dari data transaksi digital dimana secara yoy di bulan Januari 2022 transaksi digital kami tumbuh 75% untuk jumlah transaksi dan tumbuh 94% untuk volume transaksi," ungkapnya.

Jumlah transaksi mobile banking pada bulan Januari 2022 tercatat sebesar berkisar 15 juta transaksi dengan volume transaksi mendekati Rp 3 triliun.

Dia menyatakan, nasabah paling banyak melakukan pembelian e-wallet dan pembelian pulsa listrik (PLN Prepaid). Hal ini dapat disebabkan penggunaan e-wallet yang semakin mendominasi transaksi digital masyarakat.

"Selain itu nasabah BTN yang berasal dari segmen perumahan membuat transaksi mobile banking juga didominasi oleh pembelian token listrik prabayar untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah mereka," ujar dia.

Seiring dengan itu, BTN akan menetapkan target e-channel pada tahun 2022 yang meliputi ATM, mobile banking, internet banking dari sisi jumlah transaksi mencapai 247 juta transaksi, atau tumbuh minimal 10% dari target jumlah transaksi e-channel 2021 yang tercatat sebesar 225 juta transaksi.

Dia menyatakan, jumlah transaksi kanal digital terjadi pertumbuhan sebesar 35% secara yoy pada tahun 2021 apabila dibandingkan dengan tahun 2020. Sementara dari sisi volume transaksi digital channel juga terjadi pertumbuhan yg signifikan secara yoy yaitu sebesar 92%.

"Ini memperlihatkan bahwa secara umum masyarakat Indonesia sudah semakin bergeser (shifting) dalam pemenuhan kebutuhan transaksi perbankan dan keuangannya yaitu dengan menggunakan kanal digital dari sebelumnya melalui channel-channel konservatif atau non digital," pungkas Andi. kbc10

Bagikan artikel ini: