Awal tahun 2022, ekspor Jatim turun 11,17 persen

Rabu, 16 Februari 2022 | 19:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat, nilai ekspor Provinsi Jawa Timur pada awal tahun 2022, tepatnya di bulan Januari 2022 mengalami penurunan sebesar 11,17 persen jika dibandingkan Desember 2021, yaitu dari US$ 2,05 miliar menjadi US$  1,82 miliar.

Penurunan tersebut menurut Kepala BPS Jawa Timur Dadan Hardiwan, Selasa (15/2/2022) akibat turunnya permintaan dari berbagai negara luar untuk sejumlah komoditas andalan Jatim, baik migas maupun non migas selama bulan Januari 2022.

"Untuk ekspor sektor nonmigas Jatim mengalami penurunan sebesar 10,26 persen, yaitu dari US$1,98 miliar menjadi US$1,78 miliar, nilai ekspor sektor nonmigas itu menyumbang sebesar 97,83 persen dari total ekspor bulan Januari 2022," katanya.

Sedangkan  nilai ekspor sektor migas, juga mengalami penurunan sebesar 38,95 persen jika dibandingkan Desember 2021, yaitu dari US$64,62 juta menjadi US$39,45 juta dan menyumbang 2,17 persen dari total ekspor Jawa Timur.

Dia menyebut, komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur pada Januari 2022 adalah golongan kayu dan barang dari kayu, dengan nilai transaksi sebesar US$162,25 juta.

Nilai itu, kata Dadang, turun sebesar 15,80 persen jika dibandingkan Desember 2021 yang mencapai US$192,70 juta, dan berkontribusi 9,12 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur. Komoditas tersebut, paling banyak diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai US$39,26 juta, disusul Jepang dan Tiongkok.

"Untuk nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Amerika Serikat mencapai US$361,58 juta. Sedangkan ekspor ke Jepang dan Tiongkok berturut-turut sebesar US$281,69 juta dan US$174,28 juta," katanya.

Sementara impor, Dadang menyebut juga mengalami penurunan sebesar 17,99 persen dibandingkan Desember 2021, yaitu dari US$2,76 miliar menjadi US$2,26 miliar, yang disebabkan kinerja impor sektor migas dan nonmigas sama-sama mengalami penurunan.

Dia mencatat, impor migas Januari 2022 ke Jatim mengalami penurunan sebesar 24,88 persen, yakni dari US$687,45 juta menjadi US$516,45 juta, dan menyumbang 22,85 persen dari total impor Jawa Timur pada Januari 2022.

Sedangkan nilai impor nonmigas pada Januari 2022 turun 15,70 persen dibandingkan Desember 2021, yaitu dari US$2,07 miliar menjadi US$1,74 miliar dengan menyumbang 77,15 persen dari total impor Jawa Timur pada Januari 2022.

Sementara untuk impor, golongan besi dan baja merupakan komoditas utama yang diimpor ke Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$172,82 juta. Nilai itu, naik 14,40 persen dari bulan sebelumnya yang hanya US$151,07 juta.

"Kelompok barang ini mempunyai peranan 9,91 persen dari total impor nonmigas Jatim dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar US$54,50 juta," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: