Tekan penambahan kasus Covid-19, pemerintah targetkan 70 persen vaksin penuh di pertengahan 2022

Kamis, 17 Februari 2022 | 08:37 WIB ET
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, pemerintah menargetkan 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis penuh selesai pertengahan tahun 2022.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 masih menjadi kunci penularan Omicron dan mencegah hospitalisasi. Oleh karena itu, masyarakat khususnya anak-anak dan lansia untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19.

"Per 15 Februari 65,8 persen penduduk vaksinasi lengkap. Kita dalam jalur yang cepat, dalam target who untuk mencapai 70 persen penduduk divaksinasi lengkap pada pertengahan 2022," kata Siti Nadia dalam konferensi pers daring, Rabu (16/2/2022).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes itu juga mengatakan, bahwa orang yang sudah divaksinasi dan terinfeksi tidak memiliki gejala atau hanya bergejala ringan.

"Vaksinasi harus dikombinasikan dengan kepatuhan prokes. Menunjukkan vaksin yang dipakai bermanfaat mencegah infeksi menjadi berat," katanya.

Dia juga menyoroti kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Beberapa daerah juga sudah mengalami peningkatan kasus, yang didominasi di Jawa-Bali.

Untuk luar wilayah Jawa-Bali juga berpotensi mengalami peningkatan kasus Covid-19. "Tetap melaksanakan prokes, deteksi dini, dan vaksinasi. Strategi untuk merawat pasien bergejala sedang, berat dan kritis atau komorbid terus kita jalankan tentunya untuk mengurangi beban di rumah sakit dan tenaga kesehatan kita," tandasnya.

Hal yang sama juga diingatkan pada wilayah di luar Jawa-Bali, yang saat ini kasusnya masih rendah. Mengingat varian omicron memiliki penyebaran yang cepat. "Mendorong daerah non-Jawa Bali walaupun kasus masih rendah mengimbau melakukan upaya penguatan prokes, pemerintah daerah melakukan penguatan testing, tracing, dan pengobatan untuk mencegah perluasan Covid-19 varian Omicron," tutur Nadia. kbc10

Bagikan artikel ini: