Pemerintah ingin entas 3 juta orang miskin pada 2023

Jum'at, 18 Februari 2022 | 07:47 WIB ET
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan bahwa pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem turun ke level 1,5 persen-2 persen pada 2023. Angka ini setara dengan mengurangi jumlah orang miskin sebanyak 2,5 juta-3 juta orang.

"Lewat penghapusan kemiskinan ekstrem diharapkan pada 2023 turun ke 1,5 persen-2 persen atau kurangi kemiskinan 2,5 juta-3 juta orang," ungkapnya dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023, Kamis (17/2/2022).

Suharso mengatakan, target itu sejalan dengan target penurunan kemiskinan ekstrem ke level 1 persen-0 persen pada 2024 mendatang.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan target penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen sesuai dengan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals/SDGs.

"Ini sejalan komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030. Namun, Bapak Presiden menugaskan kita semua untuk dapat menuntaskannya enam tahun lebih cepat, yaitu pada akhir tahun 2024," kata Ma'ruf.

Menurut Wapres, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah melaksanakan pelbagai program pengentasan kemiskinan ekstrem yang terbagi dalam dua kelompok.

Rinciannya, kelompok program untuk menurunkan beban pengeluaran rumah tangga miskin dan kelompok program untuk meningkatkan produktivitas masyarakat miskin.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia tembus 27,55 juta per September 2021. Jumlah tersebut naik dari posisi Maret 2021 yang hanya sebanyak 26,42 juta.

Sementara, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 10,19 persen dari total populasi nasional pada September 2021. Realisasi tersebut naik dari Maret 2021 yang sebesar 9,78 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: