Komitmen Apical kawal pembangunan berkelanjutan melalui Apical 2030

Sabtu, 26 Februari 2022 | 06:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Apical Group, produsen pengolahan  minyak kelapa sawit global terkemuka meluncurkan Program Apical 2030. Ini ditujukan sebagai program strategis perusahaan yang berkomitmen mendukung sustainable development goals (SDGs)/target pembangunan yang berkelanjutan.

President of Apical Group, Dato' Yeo How menuturkan, Apical 2030 merupakan inisiatif yang terdiri dari komitmen empat pilar strategis yakni  kemitraan transformatif, aksi iklim, inovasi hijau dan kemajuan inklusif dalam 10 tahun ke depan. Dijelaskannya, dengan pendekatan inklusif dan rencana strategis untuk mencapai akuntabilitas dan dampak yang lebih besar.

Apical 2030, kata Dato, akan mendorong upaya group perusahaan dalam membangun rantai pasokan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab serta mengatasi tantangan lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) saat ini. "Dan sembilan dari tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDG)," ujar Dato dalam keterangan tertulis di Jakarta,Jumat (25/2/2022).

Dalam pilar Kemitraan Transformatif, Apical Group akan berkolaborasi dengan pemasok untuk mencapai 100% rantai pasokan yang sesuai dengan kebijakan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (NDPE). Kemudian melibatkan 100 persen pemasok untuk verifikasi ketertelusuran yang independen pada 2025.

Apical Group juga akan berkolaborasi dengan pemasok untuk mendorong penggunaan energi bersih melalui 20 pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG), serta bermitra dengan pemasok untuk melestarikan hutan dan lahan gambut seluas 150.000 ha di dalam lanskap area Apical pada tahun 2030.

Dalam pilar Aksi Iklim, Apical Group mempunyai target mengurangi 50 persen intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) dalam produksi pihaknya pada 2030 dan mencapai netral karbon pada 2050.

Selanjutnya pilar Inovasi Hijau, dua target yang dicanangkan Apical Group bertujuan untuk memanfaatkan inovasi guna mencapai operasi yang semakin berkelanjutan. Pertama, 38% dari total penggunaan energi berasal dari sumber energi terbarukan dan bersih. Kedua, meningkatkan intensitas penggunaan air hingga 30% melalui solusi sirkular.

Pilar terakhir, Kemajuan inklusif bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan melalui inisiatif yang disesuaikan. Target pertama, mendukung masyarakat melalui 30 Desa Berkelanjutan atau Sustainable Living Villages (SLV) pada 2030. Kedua, mendukug 5.000 petani swadaya untuk mencapai sertifikasi pada 2030.

"Membangun rantai pasokan dan industri yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab membutuhkan komitmen dan upaya bersama dari semua pihak termasuk mitra industri, perusahaan kelapa sawit, petani swadaya dan LSM di antara yang lainnya," tambah Dato' Yeo How.

Adapun hingga saat ini, Apical telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendorong ketertelusuran yang lebih baik, kepatuhan terhadap kebijakan NDPE, dan inklusi serta sertifikasi untuk petani kecil.

Program keberlanjutan yang telah berjalan antara lain Traceability Outreach Program (TOP) untuk memberikan solusi ketertelusuran yang disederhanakan untuk para pemasok dan Program Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) untuk membantu petani swadaya di Indonesia meningkatkan hasil panen mereka, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi penjualan.

Kemudian Program Sustainability Assurance & Innovation Alliance (SUSTAIN), solusi blockchain aliansi minyak sawit yang dibentuk untuk meningkatkan ketertelusuran ke area produksi minyak sawit dan mempercepat penerapan kebijakan NDPE di seluruh rantai pasokan yang kompleks.

Executive Director of Apical Group Pratheepan Karunagaran menambahkan Apical2030 dibangun dengan berbagai upaya yang ada serta menambahkan target keberlanjutan yang ambisius untuk perubahan yang transformatif dan berkelanjutan di sektor minyak sawit.

"Kami menyadari tantangan yang akan terjadi pada iklim, lingkungan, dan masyarakat. Sebagai bisnis dengan rekam jejak global, kami memahami kontribusi dan peran penting kami di pasar tempat kami beroperasi. Dengan demikian upaya dan target keberlanjutan kami juga dimaksudkan untuk mendukung agenda lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) nasional," ujarnya.

Apical sendiri mengambil pendekatan yang komprehensif untuk membangun rantai pasokan minyak sawit yang transparan, dapat dilacak, dan berkelanjutan dengan pengembangan. Apical juga merilis Kebijakan Keberlanjutan pada 2014, mempublikasikan Laporan Keberlanjutan tahunan sejak 2016, dan meluncurkan Implementasi Keberlanjutan Apical (A-SIMPLE) Framework pada 2020.kbc11

Bagikan artikel ini: